"Kita perlu meningkatkan kesadaran tentang takut terhadap marah. Karena banyak sekali orang ingin marah tapi takut untuk menyampaiakannya, takut jadi berantem, takut marah sama bos. Sehingga kita tidak merasa aman dengan perasaan marah," ucapnya.
Keterampilan berkomunikasi, menurut Jiemi, jadi kunci dalam melontarkan perasaan marah.
Bukan untuk menekan atau meledakan rasa marah semau sendiri, tapi bagaimana bertanggungjawab dengan emosi yang dirasakan.
"Boleh marah dalam konteks tertentu. Namun terus menerus menekan atau meluapkan seakan tidak memilik kendali itu yang membuat kita sulit kendalikan emosi marah. Perlu keterampilan komunikasi saat marah untuk ekspresikan marah secara welas asih. Tetap disampaikan kebutuhannya bukan hanya ditekan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
-
Tiba-tiba Suahasil Dipanggil Istana, Posisi Menteri Keuangan Berganti?
-
Prabowo Lantik Pejabat Sore Ini, Wamenkeu Suahasil Tiba di Istana dan Bakal Gantikan Purbaya?
Terkini
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026