SuaraKaltim.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membeli alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Covid-19 senilai Rp9,5 miliar.
Pengadaan peralatan medis tersebut dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim melalui Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2020.
Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, APD dikirim dari Jakarta ke Samarinda menggunakan empat armada penerbangan. Tiga pesawat Air Asia Indonesia dipimpin Pilot Capt Iwan Setiawan dan satu unit dari PT My Indo Airlines.
"APD yang didatangkan adalah fasilitas penunjang penanganan Covid-19 di Kaltim," kata Isran Noor, Jumat (18/12/2020).
Ia mengatakan APD yang telah datang berupa handsanitizer, pakaian kerja maupun baju Hazmat hingga masker dan cairan disinfektan.
"Semua APD ini ditujukan untuk membantu penyelenggaran penanganan Covid-19," kata Isran.
Menurut Isran, kehadiran peralatan APD ini berkat dukungan dan kerja sama dengan BNPB Pusat.
Karena, untuk mengetahui kelayakan APD yang wajib digunakan adalah sesuai standar BNPB Pusat maupun Satgas Covid-19.
"Barang yang didatangkan sesuai dengan batas kemampuan BPBD Kaltim. Selanjutnya segera didistribusikan ke Pemerintah Kabupaten dan Kota di Kaltim. Terutama yang masih terjadi lonjakan kasus,"jelasnya.
Baca Juga: Studi Prancis: Virus Corona Covid-19 3 Kali Lebih Mematikan daripada Flu
Sekretaris Satgas Covid-19 Kaltim Yudha Pranoto menjelaskan, kedatangan peralatan kesehatan itu dilakukan secara bertahap hingga beberapa hari ke depan.
"Sebagian barang akan dititipkan sementara di Gudang Hanggar Bandara APT Pranoto," kata Yudha yang juga menjabat Kepala BPBD Kaltim. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas