SuaraKaltim.id - Selain Indonesia, Mitsubishi Xpander kekinian dibuat di salah satu negeri tetangga terdekat kita, Malaysia. Baru mulai digarap di sana sekitar tiga bulan lalu, atensi yang diberikan konsumen sangatlah positif. Paling tidak, data dua bulan lalu menyebutkan daftar pesanan mencapai 4 ribu unit buat mobil jenis Multi-Purpose Vehicle (MPV) ini.
Melihat tingginya permintaan, Mitsubishi Motors Malaysia (MMM) memutuskan untuk meningkatkan kapasitas produksi dari yang sebelumnya hanya 500 unit menjadi 700 unit pada Desember.
"Langkah ini diambil untuk untuk meminimalkan masa tunggu," ungkap Hoffen Teh, Senior Vice President MMM, dikutip dari Paultan.
Mitsubishi Xpander yang dipasarkan di Malaysia merupakan rakitan lokal atau dalam bentuk CKD (Completely Knock Down) di pabrik Hicom Automotive Manufacturers di Pekan. Di Malaysia Xpander hanya tersedia dalam satu varian dan dipasarkan dengan harga 91.369 ringgit atau setara Rp317,6 juta.
Spesifikasi Mitsubishi Xpander Malaysia
- Pada tampilan eksterior, Mitsubishi Xpander Malaysia punya desain grille versi facelift, dan lampu depan reflektor bi-LED yang juga dilengkapi LED DRL.
- Bagian dalam kabin lebih terlihat mewah dengan head unit lebih besar berukuran 9 inci. Sedangkan di Indonesia hanya menyematkan dimensi 7 inci.
- Fitur lainnya keyless entry dengan engine start stop button, cruise control, pengaturan audio di setir, layar instrumen 4,2 inci, 6 speaker, hingga AC double blower.
- Fitur keselamatannya, Mitsubishi Xpander di Malaysia juga memiliki dual SRS airbags, sistem pengereman ABS dan EBD, stability control, hil start assist, dan ISOFIX.
- Spesifikasi mesin yang ditawarkan sama dengan di Indonesia, yakni 4 silinder berkode MIVEC 4A91 yang memiliki kapasitas 1.5 liter, menghasilkan tenaga 103 dk dan torsi 141 Nm.
- Pilihan sistem transmisi yang ditawarkannya hanya ada 1 pilihan saja, yakni otomatis 4 percepatan.
Berita Terkait
-
Cara Menjaga Performa Mobil saat Sudah Lima Tahun Pemakaian
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Pengantin Pesanan: Saat Pernikahan Jadi Modus Perdagangan Orang
-
Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah
-
Dijanjikan Rp10 Juta Sebulan di China, Ternyata Dijual! Bareskrim Bongkar Sindikat Pengantin Pesanan
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
BRI Salurkan KPP Rp12 Triliun Kepada 83.210 Debitur Hingga September 2026
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim