SuaraKaltim.id - Aksi premanisme yang satu ini benar-benar keterlaluan. Pasalnya dua penjual ikan bakar, Welem Missa (50) dan Ahab Henprin Snae (27) menjadi korban pengeroyokan puluhan preman yang meminta jatah empat ekor ikan bakar.
Kejadian tersebut terjadi di Jalan Bumi I, Kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang pada Kamis (3/6/2021) malam.
Dari informasi yang dirangkum Digtara.com-jaringan Suara.com, aksi kekerasan tersebut dipicu karena penjual ikan bakar terlambat melayani pelaku yang meminta 4 ekor ikan secara gratis untuk pendampingan mengkonsumsi minuman keras.
Akibatnya, lapak jualan ikan milik Welem Missa yang disewa di atas lahan milik Teny Konay rusak parah.
Baca Juga: Keluarga Pengantin Ngeyel Lunasi Biaya Nikah, Bikin Warganet Curiga
“Saat itu ada 6 orang yang datang minta ikan bakar. Karena sedang ramai, kami tidak bisa melayani permintaan itu, sehingga mereka marah-marah,” katanya.
Setelah marah, para pemuda yang mengaku suruhan Gomes itu langsung melakukan pengeroyokan terhadap Ahab. Akibatnya, ia mengalami luka pada bibir bagian dalam dan pada bagian mata.
Setelah menjadi korban pengeroyokan, Ahab kemudian melaporkannya ke Polres Kupang Kota. Namun saat berada di Polres Kupang Kota, dia mendengar kabar lapak jualan ikannya telah dirusak oleh sekelompok pemuda.
Tak berhenti sampai situ, menurut pengakuan Wellem Missa, belasan preman kembali menyerang saat dia di warung bersama keluarga dan pekerja lainnya sekitar pukul 21.30 Wita. Belasan preman tersebut langsung menyerang menggunakan batu dan parang.
Terkejut dengan serangan itu, Wellem bersama rekan-rekan dan pembeli yang berada di lokasi langsung lari menyelamatkan diri. Akibat penyerangan tersebut, Wellem mengalami kerugian sebesar Rp 20 juta.
Baca Juga: Pedagang Keliling Pasang Benda Misterius di Kantong Celana, Bikin Warganet Curiga
Dari informasi yang dihimpun, kelompok pemuda tersebut kerap memalak di lokasi penjualan ikan bakar. Bahkan setiap minggu, pemilik lapak dan penjual ikan wajib memberikan 4 ekor ikan mentah ataupun yang sudah dibakar kepada Gomes cs.
Namun diduga kelompok pemuda tersebut mencatut nama Gomes dalam aksinya, karena menurut penuturan pemilik usaha, Gomes pun sering datang sendiri untuk memalak jualan mereka. Gomes merupakan residivis yang pernah ditangani oleh Polsek Kelapa Lima dan menurut informasi saat ini Gomes berada di Kabupaten Alor.
Berita Terkait
-
Kenang Sosok Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang, Prabowo: Beliau Selalu Kerja untuk Rakyat Kecil
-
Keluhkan Penjualan Merosot, Pedagang Mainan di Pasar Gembrong: Lebaran Sudah Nggak Berpengaruh
-
Pedagang Pasar Khawatir Omzet Bisa Anjlok Gegara Kebijakan Kemasan Rokok Polos
-
Viral Pelaku Usaha DIkirim Permintaan THR 15 Ormas, Bikin Resah Masyarakat
-
Anggota TNI Penembak Ilyas Mewek-mewek Ngaku Salah, Hakim Diminta Tetap Tolak Pleidoi Bambang dkk
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN