SuaraKaltim.id - Direktur BUMN-BUMN farmasi memberikan keterangan soal kelangkaan obat yang terjadi di pasaran dalam beberapa hari terakhir.
Keterangan tersebut disampaikan saat rapat dengar pendapat di Kompleks Gedung Parlemen Jakarta pada Rabu (7/7/2021).
Dalam rapat tersebut, anggota Komisi VI DPR mencecar bos-bos BUMN Farmasi. Menanggapai kelangkaan tersebut, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo menyebut, ada beberapa faktor yang membuat obat Covid-19 langka di pasaran.
Dia mengemukakan, adanya keterlambatan bahan baku obat redemsivir dari India.
Keterlambatan tersebut, ujarnya, karena India saat ini sedang lockdown.
"Memang jadi masalah barang jadi redemsivir, memang redemsivir dari 7 perusahaan farmasi ini impor di India, tapi India masih lockdown. Upaya dari kami, produk redemsivir dilakukan pengembangan dalam negeri yang akan diproduksi kimia farma dan phapros dan lauching September sekarang belom ada," ujarnya.
Kemudian dalam proses distribusi, ada beberapa aturan yang memang obat-obatan tersebut hanya tersedia di pelayanan kesehatan seperti puskesmas hingga rumah sakit.
Hal itu pula yang menyebabkan beberapa obat-obatan tidak tersedia di apotek.
"Jadi ada beberapa yang dikeluarkan tidak dalam bentuk izin edar, tapi dikeluarkan dalam Emergency Use Access (UEA). Jadi ada regulasi yang menyatakan, untuk yang EUA hanya didistribusikan di rumah sakit, sehingga tidak disediakan di apotek, seperti Favipirapir tidak tersedia di apotek karena izin yang dikeluarkan EUA," katanya.
Baca Juga: Obat Mendadak Langka dan Mahal, Bos-bos BUMN Farmasi Disemprot DPR
Selain Verdi, Direktur Utama PT Indofarma Tbk Arief Pramuhanto menyampaikan, jika produksi obat Covid-19 di Indonesia belum maksimal.
Dia mencontohkan, Oseltamivir yang biasanya bisa diproduksi hingga 10 juta butir, namun pada Juni lalu baru 6 juta.
Selain itu, Invermectin baru diproduksi 8 juta butir per bulan.
Namun dia menyatakan, pada Agustus, perseroan bisa memproduksi obat tersebut hingga 16 juta butir.
"Kalau dari sisi distribusi, kami akan memprioritaskan daerah hitam dan merah. Jadi outlet-outlet yang daerah itu kita prioritaskan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu