SuaraKaltim.id - Bagi warga Kota Balikpapan, mengurus dokumen kependudukan seperti e-KTP, KK, akta dan lainnya tidak perlu datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Minyak.
Sebab sudah ada layanan yang lebih memudahkan masyarakat. Yakni layanan online administrasi kependudukan dan Pencatatan Sipil melalui aplikasi bernama Wacat (Wargaku ke Capil Aku Tahu).
Kepala Disdukcapil Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi mengatakan, pihaknya terus melakukan inovasi dalam meningkatkan pelayanan terhadap warganya. Dengan pelayanan online ini diharapkan memberikan kemudahan kepada warga dalam melakukan pengurusan dokumen kependudukan, mulai e-KTP, KK, akta pencatatan sipil dan lainnya.
“Warga Kota Balikpapan dapat mengakses berbagai pelayanan online melalui Pelayanan Online Disdukcapil Balikpapan dengan mengakses tautan, pada laman tersebut sudah ada tutorial untuk mengurus berbagai jenis layanan adminduk,” ujarnya dilansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Rabu (24/11/2021).
Ia mengatakan, pelayanan online di Kota Balikpapan mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya, karena kemudahan dan tidak perlu datang ke Kantor Disdukcapil. Alias tinggal membuka website saja.
“Jujur, sekarang ini hampir tidak satu lembar pun dokumen kependudukan yang kami cetak di kantor,” katanya.
Layanan dari Disdukcapil Balikpapan ini sejatinya sudah berjalan sejak tahun 2020. Namun, saat itu aksesnya masih terbatas waktu.
“Kami cek, bahkan ada yang mendaftar jam 01.00 wita. Dan itu tidak apa-apa sekarang bisa diproses. Silakan mendaftar jam berapapun, tapi prosesnya pagi hari," imbuhnya.
Ia menerangkan, layanan secara daring ini dilakukan bukan semata-mata karena adanya pandemi Covid-19 saja. Namun, layanan dari memang telah menjadi program Disdukcapil Kota Balikpapan dalam jangka panjang. Sebab, pelayanan daring tidak memakan waktu lama. Masyarakat pun tidak perlu keluar rumah atau meluangkan waktu khusus.
Baca Juga: Cara Pasang Iklan di Facebook, Beriklan Masa Kini di Sosial Media Lewat Facebook Ads
Ia mengungkapkan saat ini masyarakat sendiri yang mencetak di rumah, setelah menerima dokumen secara eletronik melalui pelayanan online.
Ia juga mengaku, bahwa pelayanan online telah membawa banyak perubahan positif khususnya dalam manajemen kearsipan.
“Dokumen kependudukan dalam pelayanan online bersifat digital. Hal ini telah mengubah sistem kearsipan turut menjadi digital. Tidak ada lagi beban biaya untuk penyediaan ruang fisik penyimpanan berkas,” tuturnya.
Selain itu, layanan online juga dihubungkan dengan suatu aplikasi bernama Wacat (Wargaku ke Capil Aku Tahu). Wacat ini berfungsi memberikan informasi kepada setiap Lurah dan Ketua RT di Kota Balikpapan mengenai dinamika kependudukan yang terjadi di lingkungannya
“Sebagai efek dari pemberlakukan Perpres Nomor 96 Tahun 2018 yang menghapus Surat Keterangan RT/RW dalam beberapa pengurusan dokumen kependudukan, Lurah dan Ketua RT sering kali tidak mengetahui ada warganya yang berpindah, lahir, cerai, dan sebagainya. Itulah mengapa kami hadirkan Wacat,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air
-
37 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Pencurian Kabel Modus Gali Jalan di Samarinda
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih