SuaraKaltim.id - Aksi premanisme di jalan raya dengan modus memalak pengendara yang sedang melintas kini terjadi di Jalan Bontang Lestari, Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Kejadian itu menimpa keluarga Wiwiek Siregar yang kemudian diunggah ke laman media sosial Facebook miliknya, Selasa (3/5/2022) kemarin.
Peristiwa bermula saat mereka pulang setelah liburan dari pantai. Saat melintas di Jalan Bontang Lestari tiba-tiba ada mobil truk yang menyalip dari arah kiri.
“Gak nyangka di Bontang sudah ada kejahatan preman seperti ini, Hati-Hati ya moms, jika perjalanan melewati Bontang lestari. Tadi Kak wiek & family dari arah pantai mau jalan pulang Bontang, melewati Bontang lestari, rombongan 5 mobil,” tulis Wiwik.
Dalam perjalanan, mobil kedua orangtuanya berada di depan, sementara mobil lainnya yang merupakan anggota keluarga dari rombongan itu mengawal di belakang.
”Tiba-tiba ada truk yang cari ulah, ngebut-ngebutan dan nyalip dr arah kiri, kak wiek arahin suami supaya santuy aja, sabar, soalnya Orgil gak usah di lawan, tiba-tiba truk tadi berhasil nyalipkan, lalu belok ambil jalur kanan yang berlawanan arah. huuff dalam hati "Memang la supir truk itu orgil beneran", pengen video kan tapi hape lagi mati,” lanjutnya.
Jarak beberapa kilometer, mobil yang dikendarai ayahnya berhenti, tampak juga ayahnya kelar dari mobil dan bersitegang dengan beberapa orang.
“Tiba-tiba beberapa km, mobil ortu berhenti dan Papa kak wiek sudah di luar lagi bersitegang dengan supir truk tadi. Ooh ternyata, Supir truk tadi Modus nyalip-nyalip dan tiba-tiba nyuruh mobil Papa kak wiek berhenti dan minta ganti rugi. entah apa urusan, sudah dia yang nyalip-nyalip dan ngebut-ngebut, dia pula yang minta ganti rugi dan tiba-tiba si supir tadi sudah banyak sama teman-temannya naek motor dan minta Ganti rugi (Nge Palak ),” sambungnya.
Ia menduga, mobil ayahnya jadi sasaran karena memakai plat BK, yang merupakan kode untuk wilayah Sumatra Utara.
Baca Juga: Minta Hindari Sungkeman sama Orangtua, Ustaz Khalid Basalamah Banjir Kecaman
“Mungkin karena Plat mobil ortu kak Wiek " BK ", mereka kira bukan tinggal di Bontang,” katanya.
Namun malang, para preman itu melancarkan aksinya kepada Ayah Wiwik yang ternyata seorang pensiunan Polisi. Bukan hanya itu, menurut Wiwik semua anggota rombongan juga telah bersiap memberi pelajaran kepada para preman itu.
“Salah alamat preman-premannya kali ini, kebetulan Papa yang pensiunan Polisi, di gitu kan Preman, darah militer beliau kembali lagi ya kan. Gak ada takut-takutnya sama preman. Padahal Papa kak wiek tadi mau diserang sama preman-preman itu. Lalu kami yang anak-anak yang di belakang Papa kami, berhenti dan langsung ngasi pelajaran untuk preman-preman itu. Bagus x mereka mau nyentuh orangtua kami, semua anak menantu turun tangan buat ngasi pelajaran. Langsung gak berkutik mereka karena kak wiek rame serombongan,” terangnya.
Postingan itupun ramai mendapat komentar dari netijen.
“Kasih jelas mukanya mbak, kalo bisa siaran langsung biar kalau terjadi apa-apa sudah tersimpan di fb,sayang videonya gak jelas wajah2nya,” kata Fransiska Lim
“Dr awal baca langsung mbatin... Blm tau itu preman yg dihadapi mantan polisi,” tulis Devifay Van Java
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas