SuaraKaltim.id - Antrean truk pengisi BBM Subsidi Solar membuat resah dan menimbulkan banyak keluhan masyarakat.
Merespons hal itu Polres Bontang menggelar rapat koordinasi yang mengundang bagian pemerintah, pengusaha SPBU, stakeholder, dan perwakilan PLBB.
Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya mengatakan, kondisi antrean ini sudah sangat mengkhawatirkan. Dirinya mengaku banyak menerima komplain dari masyarakat khususnya yang memiliki usaha dan tempat tinggal di sepanjang SPBU.
Pasalnya, operasional pelayanan pukul 14.00 WITA kerap dilanggar oleh para supir truk. Terkadang antre sudah mulai sejak pagi hari. Dengan begitu, menyebabkan roda perekonomian mereka menjadi terhambat.
"Ini kondisinya sudah krodit jadi perlu cepat tanggap. Kami juga sebagai penegak hukum memberikan rekomendasi untuk mengurai jam antrean. Kalau dilihat memungkinkan SPBU mulai melayani pembelian BBM Solar di pukul 00.000 WITA dini hari," ucapnya melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Kamis (1/9/2022).
Pertimbangan itu dilihat dari mayoritas jam kedatangan pasokan BBM Subsidi Solar berkisar pukul 18.00 - 21.00 WITA. Artinya, ada spare waktu yang bisa dimanfaatkan untuk melayani para supir truk mulai dini hari.
Dari segi efektivitas memang memungkinkan. Dinilai Yusep Antrean itu memiliki banyak resiko. Mulai dari ketertiban, sosial, ekonomi, dan rawan kecelakaan.
Selain itu, pengelola SPBU juga bisa bekerja lebih ekstra. Jangan hanya fokus terhadap keuntungan bisnis saja. Kondisi yang sudah sangat krodit ini harus segera dicarikan solusinya.
"Pihak SPBU juga bisa bekerja ekstra untuk mengurai kemacetan dan mengatur antrean. Mereka menyiapkan rambu-rambu agar bisa mengatur antrean. Jadi tidak hanya Polantas atau Dishub aja yang mengurai antrean," sambungnya.
Di lokasi yang sama Plt Asisten II Bidang Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lukman, menyambut baik adanya usulan dari Polres Bontang.
Usulan itu nanti akan kembali dirapatkan oleh tim Tingkat Kota. Beberapa poin sudah dicatat dan diteruskan. Misalnya pengoperasian pada pukul 00.00 WITA.
"Akan ditindak lanjuti. Pada September ini akan dibahas. Mencari solusi terbaik soal antrean yang mulai meresahkan ini," ucap Lukman.
Senada dengan upaya menguraikan antrean truk. Ketua Persatuan Leveransir Bahan Bangunan (PLBB) Ical menyatakan, justru yang paling efektif mengurai antrean ialah memajukan jam operasional penjualan BBM Subsidi Solar.
Karena, melihat situasi dan kondisi SPBU Makarti yang berada di Poros Bontang-Samarinda tepat didepan RM Kenari. Di sana mereka mulai menjual solar pada pukul 10.00 WITA.
Artinya, truk-truk besar dari luar kota ikut lagi mengantre di Kota Bontang. Karena jam operasional Bontang dibuka pukul 14.00 WITA.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Kronologi Wanita Muda di Samarinda Melahirkan Sendirian lalu Buang Bayinya
-
3 Mobil Kecil Honda buat Pemula, Pilihan Tepat di Awal 2026
-
6 Mobil Kecil Bekas Stylish untuk Wanita, Pilihan Aman yang Mudah Dikendarai
-
4 Mobil Bekas 50 Jutaan Kapasitas 7 Orang ke Atas, Pilihan Hemat Keluarga
-
4 Mobil Bekas di Bawah 150 Juta, Produksi Tahun Muda Jadi Pilihan Keluarga