SuaraKaltim.id - Kampung Wisata Teluk Sumbang menyajikan banyak keindahan alam dan keunikan permainan olahraga airnya. Ada berbagai air terjun yang bisa dikunjungi saat berada di Teluk Sumbang seperti air terjun Lingkacang dan Nyalimah.
Ada juga pantai berbatu koral bernama tanjung sinondok dan Pulau Kaniungan yang air lautnya biru dan jernih. Tetapi, ada juga keunikan cinderamata atau souvenir yang disajikan oleh masyarakat sekitar.
Di antaranya yang paling terkenal adalah tas rotan tradisional dari suku Dayak Basap yang dikenal sebagai tas anjat. Pengunjung bisa ikut belajar untuk membuat tas ini dengan masyarakat lokal dengan hanya membayar Rp 25 ribu.
Selain dijadikan tas rotan, anyaman rotan yang dibuat warga lokal juga dijadikan souvenir lain yang tak kalah cantiknya. Di antaranya ada piring dengan anyaman rotan seharga Rp 35 ribu dan gelang anyaman rotan yang cantik seharga Rp 15 ribu.
Ada juga keranjang rotan yang bisa dijadikan multifungsi untuk memenuhi kebutuhan pengunjung seharga Rp 75 ribu. Kemudian, ada juga kerajinan souvenir dari kulit kerang yang sudah mati yang limbahnya dimanfaatkan masyarakat untuk diolah kembali.
Mereka menjadikannya sebagai hiasan cantik yang dapat meningkatkan ekonomi dan di bandrol dengan harga mulai dari Rp 150 ribu. Terakhir, selain limbah kulit kerang, masyarakat setempat juga memanfaatkan limbah dari batok kelapa.
Dari limbah tersebut, mereka membuat kerajinan yang dibuat dengan bentuk berbagai hewan seperti angsa dan burung. Mereka pun mematok harga mulai dari Rp 250 ribu.
Kontributor: Inza Maliana
Baca Juga: Kemenparekraf Dorong Desa Wisata di Kawasan Danau Toba Naik Kelas
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya