SuaraKaltim.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Festival Dangai Ehau (Dahau) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) (03/11/2023). Festival budaya ini digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-24 Kabupaten
“Saya betul-betul sangat gembira bisa hadir di bumi Tanaa Purai Ngeriman dan di Festival Dahau,” ujarnya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Rabu (08/11/2023).
Festival yang diadakan di Kubar menurutnya selalu di nantikan. Khususnya oleh masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala Negara Indonesia ini juga mengucapkan selamat hari jadi buat Kubar. Untuk diketahui, Jokowi merupakan presiden Indonesia pertama yang ke Kubar.
Baca Juga: Mau Temui Joe Biden di Gedung Putih Pekan Depan, Apa Tujuan Jokowi?
“Ini merupakan festival yang selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat di Kutai Barat, yang dilaksanakan sekaligus untuk memperingati hari ulang tahun Kabupaten Kutai Barat yang ke-24. Selamat ulang tahun yang ke-24 Pak Bupati dan seluruh warga di Kutai Barat,” katanya.
Presiden Jokowi pun mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilainya sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan daerah. Ia bahkan menyebut apa yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Kubar harus diwajibkan.
“Menjadi kewajiban kita untuk melestarikan, memajukan kebudayaan daerah, menggerakkan industri kreatif di daerah. Dan melalui festival-festival budaya seperti ini."
“Kita bisa saling belajar tentang kekayaan tradisi dan nilai-nilai budaya, toleransi, kerukunan, keharmonisan yang sudah diwariskan oleh para leluhur kita terdahulu,” imbuhnya.
Presiden Jokowi juga mengapresiasi semangat Bhinneka Tunggal Ika yang ditunjukkan dalam kehidupan masyarakat di Kubar yang tetap rukun dan kompak di tengah keragaman yang ada.
Baca Juga: Usai Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran di Djakarta Theater, Bobby Nasution Kini Irit Bicara
“Di Kutai Barat ada Suku Dayak Bahau, betul? Ada Suku Dayak Aoheng, betul? Ada suku Dayak Tunjung, betul? Ada Suku Dayak Kenyah, betul? Ada Suku Dayak Benuaq dan Suku Melayu, yang memiliki tradisi berbeda-beda, tetapi tetap hidup rukun berdampingan, saling menghormati dan penuh kegembiraan,” terangnya.
Berita Terkait
-
Belum Ada Ucapan Maaf Lebaran dari Jokowi-Gibran ke Megawati, Guntur Romli PDIP: Tak Diharapkan Juga
-
Jokowi-Megawati Belum Terlihat Berlebaran, Analis: Luka Konfliknya Cukup Mendalam, Tak Ada Obatnya
-
Ada Blocking dari Tamu Open House Jokowi dan Prabowo, Rocky Gerung: Kelihatan Siapa Masuk Geng Mana
-
Ketua Joman Soal Peluang Jokowi Berlebaran ke Megawati: Ini Momennya Bersilaturahmi
-
Keluarga Besar Jokowi Kumpul di Solo Hari Kedua Lebaran, Gibran Sempat Tampung Aspirasi Warga
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN