SuaraKaltim.id - Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) Angga Putra Fidrian mengakui bahwa tak banyak APK (Alat Peraga Kampanye) termasuk spanduk AMIN yang terpajang dibandingkan paslon lain.
Menurutnya alasan tersebut dikarenakan kelompoknya tak punya modal yang besar untuk menunjang kampanye yang dilakukan oleh Anies-Cak Imin jelang Pilpres 2024.
“Soal APK (Alat Peraga Kampanye) memang diakui sedikit bila dibandingkan paslon nomor urut 2 dan nomor urut 3 karena memang kekurangan sumber daya (logistik), kita memang kekurangan sumber daya, sehingga APK yang keluar juga sedikit,”kata juru bicara Timnas AMIN, di Jalan Diponegoro No 10 Menteng, Jakarta Pusat (18/12/2023).
Meskipun kekurangan logistik, kelompok relawan AMIN masih punya strategi dalam berkampanye. Mereka memanfaatkan alat peraga kampanye berupa spanduk yang terbuat dari karung dibuat secara mandiri dan swadana. Langkah ini sangat diapresiasi oleh AMIN.
“Teman-teman relawan AMIN sudah mulai bergerak membikin APK sendiri dengan karung dan cat cat secara swadaya tanpa dibikin di pabrik atau percetakan. Yang Insya Allah upaya ini akan berdampak positif bagi publik dalam mengenal capres dan cawapres pasangan AMIN,”tuturnya.
Koordinator Presidium DPP Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) La Ode Basir menyampaikan bahwa yang terpenting adalah penyampaian gagasannya meskipun spanduknya sederhana.
“Semangatnya adalah bagaimana kami sebagai warga yang merasakan beratnya beban hidup akibat beras dan sembako naik, bbm naik, pendidikan yang mahal, hukum yang pandang bulu, susahnya dapat kerja, besarnya ketimpangan ekonomi, bisa ambil peran dalam upaya perubahan menuju Indonesia lebih baik.”tandasnya.
Berita Terkait
-
Spanduk Jangan Ganggu Mandat 5 Tahun Presiden Prabowo Terbentang di JPO Senayan
-
Jelang HUT RI dan 5 Abad Jakarta, Pemkot Jaksel Sikat PKL hinga Parkir Liar di Kalibata City
-
Rahasia di Balik Desain Spanduk Pecel Lele: Kenapa Warna-Warninya Selalu Sama?
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas