"Bagaimana mau hidup ikan. Hitam airnya, bau comberan juga," bebernya.
Akibat kejadian ini, nelayan setempat mengalami kerugian berlapis.
Pertama, hasil tangkapan mereka jadi berkurang lantaran berbagai hasil laut seperti kepiting, kerang, ikan-ikan seperti baronang, bawis, dan bandeng, mati semua.
Ikan yang mati secara mendadak itu tak mungkin dipungut nelayan lantaran dikhawatirkan mengandung racun membahayakan.
Baca Juga: Jadwal Imsak untuk Balikpapan, Samarinda dan Bontang 20 Maret 2025
Kedua, area tangkapan nelayan jadi terlalu luas. Ini berimbas pada naiknya biaya operasional karena kapal mereka memerlukan bahan bakar.
"Kalau dulu bisa kami dapat Rp500 ribu per hari, tapi sekarang, bahkan bisa kurang dari Rp100 ribu," ungkapnya.
Pria ini berharap Pemkot Bontang mengambil sikap terkait dugaan pencemaran laut ini.
Sebab, ini terkait dengan mata pencarian ratusan nelayan yang bermukim di sekitar PT EUP, bukan cuma di Bontang tapi berdampak terhasap nelayan Kukar.
"Harapan ke pemerintah, kalau bisa jangan dibuang di situ limbahnya," tandasnya.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa untuk Balikpapan, Samarinda dan Bontang 19 Maret 2025
Nelayan lain, sebut saja Ujang, juga mengatakan hal serupa.
Berita Terkait
-
Lele Antibiotik: Amankah Dikonsumsi? Ancaman Resistensi Mengintai!
-
Ulasan Novel Laut Bercerita: Catatan Kelam Gelombang Sejarah
-
Kesepakatan Mengejutkan: AS dan Rusia Berdamai di Laut Hitam! Apa Artinya?
-
Rusia dan Ukraina Sepakat Damai di Laut Hitam dan Lindungi Infrastruktur Energi
-
CEK FAKTA: Pagar Laut di Banten Berubah Jadi Pagar Beton
Terpopuler
- CEK FAKTA: Diskon Listrik 50 Persen Berlaku Lagi, Periode Maret-April 2025
- Pembagian Port Grup Piala Dunia 2026 Dirilis, Ini Posisi Timnas Indonesia
- Masak Rendang 12 Kg, Penampilan BCL di Dapur Jadi Omongan
- Cruiser Matik QJMotor SRV 250 AMT Paling Digandrungi di Indonesia
- Persija Jakarta: Kalau Transfer Fee Oke, Rizky Ridho Mau Ya Silahkan
Pilihan
-
Petaka Mees Hilgers: Cedera Jadi Kontroversi Kini Nilai Pasar Terus Turun
-
Potret Denny Landzaat Salam-salaman di Gereja Saat Lebaran 2025
-
Media Belanda: Timnas Indonesia Dapat Amunisi Tambahan, Tristan Gooijer
-
Jumlah Kendaraan 'Mudik' Tinggalkan Jabodetabek Tahun Ini Meningkat Dibandingkan 2024
-
PSSI Rayu Tristan Gooijer Mau Dinaturalisasi Perkuat Timnas Indonesia
Terkini
-
Pemprov Kaltim Usulkan 4 Lokasi Sekolah Rakyat, Ini Daftarnya!
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Banjir Rob di Kaltim Saat Lebaran
-
Tol IKN Beroperasi, Pemudik Roda Empat di Pelabuhan Kariangau Justru Meningkat 181 Persen
-
Arus Mudik Meningkat, 33 Bus AKAP Beroperasi dalam Sehari di Terminal Samarinda Seberang
-
Banjir Bandang di Berau, Pemprov Kaltim Salurkan Bantuan Logistik untuk Sembilan Desa Terdampak