"Sudut menyikat juga penting. Idealnya, sikat diarahkan ke garis gusi untuk membersihkan tanpa merusak jaringan," katanya.
Sang dokter mengingatkan bahwa tujuan menyikat gigi bukan hanya membersihkan makanan yang tersisa, tapi juga menjaga kesehatan jaringan pendukung gigi. Maka dari itu, pencegahan jauh lebih penting daripada pengobatan.
Menyikat gigi disarankan dilakukan dua kali sehari, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dengan menunggu minimal 30 menit setelah makan.
Untuk menjaga kesehatan mulut secara menyeluruh, kombinasi dengan flossing dan berkumur dengan obat kumur bebas alkohol juga penting.
“Kontrol dan konsistensi dalam kebiasaan jauh lebih penting daripada intensitas,” pungkasnya.
Selain teknik menyikat yang benar, mengganti sikat gigi setiap tiga bulan juga sangat dianjurkan. Bila penggunaan intensif membuat bulu cepat rusak, penggantian bisa dilakukan lebih cepat.
Pemilihan pasta gigi pun perlu diperhatikan. Pilih yang mengandung fluoride namun tidak bersifat abrasif. Hindari menggunakan pasta gigi pemutih terlalu sering, kecuali berdasarkan rekomendasi dokter gigi. (Antara)
Berita Terkait
-
Sering Diabaikan, Masalah Sepele pada Gigi Ternyata Bisa Merusak Sistem Pencernaan
-
Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Sempat Mengaku Pasien, WNA asal Vietnam Buka Praktik Dokter Gigi Akhirnya Dideportasi
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BRI Hadirkan Kejutan Haru Bagi PMI Yuni Lestari di Taiwan Lewat Program "Tali Kasih"
-
BRI Hadirkan Layanan Perbankan 24 Jam Untuk PMI Lewat BRImo Taiwan
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Dikepung Api dan Asap, Dua Kompleks Perumahan Dekat Bandara Syamsudin Noor Terancam
-
Karhutla Mengintai, Bandara APT Pranoto Siaga Kabut Asap Ganggu Penerbangan