- Siswa SMK di Samarinda meninggal setelah mengalami pembengkakan pada kaki.
- Korban memakai sepatu sekolah yang sempit karena keterbatasan ekonomi keluarga.
- Gejala awal nyeri pada kaki, kemudian menjalar hingga ke pinggang dan punggung.
SuaraKaltim.id - Seorang siswa SMK negeri di Samarinda meninggal dunia setelah mengalami pembengkakan pada bagian kaki.
Ratnasari, ibu kandung almarhum menyebut gejala awal berupa nyeri pada kaki yang kemudian menjalar hingga ke pinggang dan punggung.
Setelah merasakan sakit, keesokan harinya pelajar SMK Negeri 4 Samarinda tersebut menghembuskan nafas terakhir.
"Hampir setengah bulan sakit, itu belum ada bengkak. Baru sekitar 20 hari kemudian muncul bengkak di bagian atas kaki," kata ibu korban melansir Kaltimtoday--jaringan Suara.com.
Sepatu yang sempit diduga menjadi penyebabnya.
Ratnasari mengaku terpaksa harus menggunakan sepatu sekolah yang sempit atau kekecilan di tengah ketidakmampuan perekonomian keluarga.
Dia mengungkap kronologi sakit yang dialami anaknya hingga akhirnya meninggal. Selama hampir dua pekan pertama, kondisi kaki anaknya tidak menunjukkan pembengkakan.
Meski merasakan sakit, korban tetap menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk menjalani magang di sebuah pusat perbelanjaan.
Dalam aktivitas tersebut, korban lebih banyak berdiri dan hanya duduk saat waktu istirahat.
"Dia (korban) tidak banyak mengeluh. Nanti setelah pulang baru bilang kakinya sakit sekali," kata Ratnasari.
Sehari sebelum meninggal dunia, kondisi kaki korban dilaporkan membengkak. Penanganan awal yang dilakukan hanya berupa suntikan di sekitar tempat tinggalnya.
"Setelah disuntik, katanya sudah tidak sakit lagi," ujar Ratnasari.
Namun, kondisi korban tidak bertahan lama hingga akhirnya meninggal dunia keesokan harinya.
Ratnasari juga menyoroti keterbatasan bantuan saat proses pemakaman anaknya. Ia mengaku sempat meminta bantuan kepada ketua RT setempat, terutama terkait penyediaan ambulans.
"Kami minta bantuan karena kondisi ekonomi juga sulit. Tapi dijawab kalau ambulans harus bayar semua," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka