Eko Faizin
Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:25 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud viral usai kedapatan tengah sarapan di Hotel Marina Bay Sands, Singapura. [Threads]
Baca 10 detik
  • Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud disorot karena berada di Singapura saat karhutla pada 12 Oktober 2026.
  • Diskominfo Kaltim menyatakan Rudy menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Mount Elizabeth menggunakan dana pribadi.
  • Perjalanan akhir pekan tersebut telah mengantongi izin Mendagri dan tidak mengganggu pelayanan publik di Kaltim.

SuaraKaltim.id - Kabar Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud berada di Singapura saat masyarakatnya dilanda kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai sorotan.

Hal itu setelah beredar foto Rudy Mas'ud yang diunggah akun Threads @zumaahmad pada Senin (12/10/2026).

Pada postingan tersebut, tampak foto Gubernur Kaltim disebut sedang sarapan di Hotel Marina Bay Sands, Singapura.

"Gubernur Kaltim diduga lagi breakfast di Hotel Marina Bay Sands, Singapura," tulisnya pada Senin (12/10/2026).

Unggahan itu turut mengkritisi dugaan keberadaan Rudy di luar negeri di tengah kondisi Kaltim yang masih menghadapi karhutla.

Pemprov Kaltim melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memberikan klarifikasi terkait perjalanan Gubernur Kaltim ke luar negeri tersebut.

Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi menegaskan agenda perjalanan Rudy Mas'ud dilakukan dalam rangka menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up di RS Mount Elizabeth, Singapura.

"Benar, bapak medical check-up di Singapura. Biaya pakai dana pribadi, bukan APBD," ujarnya dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com, Senin (12/10/2026).

Ririn menjelaskan, pemeriksaan kesehatan itu dijalani lantaran kondisi fisik Rudy Mas'ud belakangan ini kurang prima di tengah padatnya agenda sebagai kepala daerah.

Agenda medical cek kesehatan tersebut sengaja dijadwalkan pada akhir pekan agar tidak mengganggu jalannya agenda pemerintahan maupun pelayanan publik di Kaltim.

Ririn menjelaskan perjalanan ke luar negeri tersebut telah mengantongi izin lisan dari Menteri Dalam Negeri.

Sementara itu, permohonan tertulis juga telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri secara paralel mengingat keberangkatan dilakukan pada akhir pekan saat hari kerja administrasi libur.

Ririn pun menyampaikan permintaan maaf atas perjalanan yang menyita perhatian publik, terutama di tengah situasi penanganan karhutla serta kondisi ekonomi masyarakat.

"Kami menyampaikan permohonan maaf jika perjalanan ini menimbulkan pertanyaan, kekecewaan, atau persepsi yang kurang berkenan," tegas Ririn.

Guna memperjelas situasi, Diskominfo Kaltim memaparkan padatnya rangkaian agenda kerja Rudy Mas'ud sebelum dan sesudah menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura.

Load More