Eko Faizin
Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:58 WIB
Petugas memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman warga di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj]
Baca 10 detik
  • Karhutla di Pulau Kalimantan menyebabkan gangguan operasional penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
  • Pengelola bandara mencatat total 334 penerbangan terdampak kabut asap sejak bulan Agustus hingga Oktober 2026.
  • Dampak gangguan tersebut meliputi 129 penundaan, 41 pengalihan rute, serta 164 pembatalan jadwal penerbangan.

SuaraKaltim.id - Aktivitas penerbangan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan terganggu akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan.

Pengelola Bandara Sepinggan Balikpapan mencatat sebanyak 90 jadwal penerbangan terganggu akibat paparan kabut asap sepanjang periode Oktober 2026.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Wiyana Mahdar, mengungkapkan gangguan operasional akibat kabut asap karhutla telah berlangsung dalam tiga bulan terakhir sejak Agustus 2026, dengan total 334 penerbangan terdampak.

"Perinciannya, Agustus sekitar 32 flight yang terdampak karhutla. Pada September 162 flight, dan Oktober hingga Selasa (13/10/2026) ada 90 flight. Agustus sampai dengan Oktober hari ini total adalah 334 flight berdampak terkait dengan karhutla," katanya dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com, Rabu (14/10/2026).

Menurut Iwan, dampak yang dirasakan para pengguna jasa penerbangan meliputi penundaan keberangkatan (delay), pengalihan rute penerbangan (divert), hingga pembatalan penerbangan (cancelled).

Dia menjelaskan, dari akumulasi 334 penerbangan terdampak sejak Agustus hingga pertengahan Oktober 2026, sebanyak 129 penerbangan mengalami delay, 41 penerbangan terpaksa dialihkan (divert) ke bandara lain, dan 164 penerbangan terpaksa dibatalkan.

Meskipun gumpalan kabut asap sempat memapar area runway, operasional di Bandara SAMS Sepinggan secara umum masih tergolong aman untuk aktivitas lepas landas maupun pendaratan.

"Di Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan sendiri, sampai saat ini masih terjaga dengan baik. Below minima atau jarak pandang minimal, baik di runway 25 maupun di 07, yaitu berada di angka sekitar 2.000 meter ke atas," jelas Iwan.

Ia menambahkan, gangguan penerbangan di Balikpapan lebih banyak disebabkan oleh buruknya kondisi kualitas udara dan terbatasnya jarak pandang di bandara-bandara tujuan.

Beberapa rute penerbangan dari dan menuju Balikpapan yang paling terdampak antara lain tujuan Palangka Raya, Pontianak, Banjarmasin, hingga Berau.

Pihak pengelola bandara mengimbau calon penumpang untuk secara berkala memantau pembaruan jadwal penerbangan dari masing-masing maskapai guna mengantisipasi keterlambatan akibat penyesuaian cuaca.

Load More