- Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun menyoroti karhutla dan kabut asap pekat di Jalan Telkom, Samarinda, pada Oktober.
- Rina mengkritik pernyataan Gubernur Rudy Mas'ud yang menyebut Kaltim aman karena relawan masih harus memadamkan api hingga subuh.
- Gubernur Rudy sebelumnya menyatakan situasi aman pada 15 Agustus meskipun sekolah diliburkan dan masker dibagikan kepada anak-anak.
SuaraKaltim.id - Ketua TRC PPA Kalimantan Timur (Kaltim), Rina Zainun menyoroti kondisi lingkungan di wilayahnya yang masih diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ditambah, kebakaran yang berulang di Jalan Telkom, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Samarinda belum sepenuhnya padam dan lahan terbakar semakin mendekati rumah warga.
Rina mengungkit terhadap pernyataan Gubernur Rudy Mas'ud yang menyebut bahwa kondisi Kaltim aman-aman saja.
Ketua TRC ini meminta pemerintah daerah lebih bijak menyampaikan informasi, terutama ketika relawan masih berjibaku memadamkan api hingga larut malam, bahkan menjelang subuh.
"Jadi, yang mengatakan bahwasanya Kaltim aman-aman saja, coba lihat nih. Ini aja sampai hari ini, per hari ini di Jalan Telkom, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kaltim, berapa kali kejadian di tempat yang sama," ujarnya dikutip dari Kaltimetam--jaringan Suara.com.
Rina menyebut asap sangat pekat dikhawatirkan mengganggu pernapasan warga, khususnya mereka yang tinggal dekat titik kebakaran.
Namun, dampak kesehatan dan kualitas udara di lokasi masih memerlukan data resmi dari instansi terkait.
Lebih lanjut, dia juga menyoroti perjuangan relawan yang tetap melakukan pemadaman meski harus menghadapi asap dan api selama berjam-jam.
"Tuh, ada yang sampai jam dua malam, sampai jam dua malam, ada bahkan sampai subuh, di sana. Ini masih upaya memadamkan api," ujar Rina.
Ia meminta pemerintah mempertimbangkan kondisi para relawan sebelum menyampaikan pernyataan mengenai situasi karhutla di Kaltim.
"Mohon kepada pemerintah, kalau berkomentar baik-baik saja, jaga hati para teman-teman yang berada di lapangan. Para relawan yang berjibaku dengan asap dan api," tegas Rina.
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menjadi sorotan setelah menyebut kondisi karhutla masih tergolong aman, meskipun sekolah diliburkan akibat kabut asap.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada 15 Agustus, Rudy mengatakan sekolah tetap diliburkan dan masker dibagikan kepada anak-anak untuk beraktivitas di luar ruangan.
"Saat ini masih dalam kondisi yang aman. Tetapi anak-anak sekolah masih kami liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar," sebutnya kala itu.
Rudy juga menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi prioritas meskipun kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Gubernur Rudy Mas'ud Sebut Kaltim Aman, Malah Disentil soal Asap Karhutla
-
Wanita di Samarinda Bakar Ruko Gara-gara Gaji Tak Naik, Kerugian Capai Rp1,5 M
-
Viral Sikap Arogan Ajudan Gubernur Rudy Mas'ud ke Mahasiswa di Kaltim
-
KPAI Desak Polisi Ungkap Kasus Balita Tewas Jatuh dari Balkon Hotel di Samarinda
-
Dapat Dana Karbon Rp1,47 Triliun, Pemprov Kaltim Atur Jalur Penyalurannya