Eko Faizin
Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:12 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud [diskominfo.kaltimprov.go.id]
Baca 10 detik
  • Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun menyoroti karhutla dan kabut asap pekat di Jalan Telkom, Samarinda, pada Oktober.
  • Rina mengkritik pernyataan Gubernur Rudy Mas'ud yang menyebut Kaltim aman karena relawan masih harus memadamkan api hingga subuh.
  • Gubernur Rudy sebelumnya menyatakan situasi aman pada 15 Agustus meskipun sekolah diliburkan dan masker dibagikan kepada anak-anak.

SuaraKaltim.id - Ketua TRC PPA Kalimantan Timur (Kaltim), Rina Zainun menyoroti kondisi lingkungan di wilayahnya yang masih diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ditambah, kebakaran yang berulang di Jalan Telkom, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Samarinda belum sepenuhnya padam dan lahan terbakar semakin mendekati rumah warga.

Rina mengungkit terhadap pernyataan Gubernur Rudy Mas'ud yang menyebut bahwa kondisi Kaltim aman-aman saja.

Ketua TRC ini meminta pemerintah daerah lebih bijak menyampaikan informasi, terutama ketika relawan masih berjibaku memadamkan api hingga larut malam, bahkan menjelang subuh.

"Jadi, yang mengatakan bahwasanya Kaltim aman-aman saja, coba lihat nih. Ini aja sampai hari ini, per hari ini di Jalan Telkom, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kaltim, berapa kali kejadian di tempat yang sama," ujarnya dikutip dari Kaltimetam--jaringan Suara.com.

Rina menyebut asap sangat pekat dikhawatirkan mengganggu pernapasan warga, khususnya mereka yang tinggal dekat titik kebakaran.

Namun, dampak kesehatan dan kualitas udara di lokasi masih memerlukan data resmi dari instansi terkait.

Lebih lanjut, dia juga menyoroti perjuangan relawan yang tetap melakukan pemadaman meski harus menghadapi asap dan api selama berjam-jam.

"Tuh, ada yang sampai jam dua malam, sampai jam dua malam, ada bahkan sampai subuh, di sana. Ini masih upaya memadamkan api," ujar Rina.

Ia meminta pemerintah mempertimbangkan kondisi para relawan sebelum menyampaikan pernyataan mengenai situasi karhutla di Kaltim.

"Mohon kepada pemerintah, kalau berkomentar baik-baik saja, jaga hati para teman-teman yang berada di lapangan. Para relawan yang berjibaku dengan asap dan api," tegas Rina.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menjadi sorotan setelah menyebut kondisi karhutla masih tergolong aman, meskipun sekolah diliburkan akibat kabut asap.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada 15 Agustus, Rudy mengatakan sekolah tetap diliburkan dan masker dibagikan kepada anak-anak untuk beraktivitas di luar ruangan.

"Saat ini masih dalam kondisi yang aman. Tetapi anak-anak sekolah masih kami liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar," sebutnya kala itu.

Rudy juga menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi prioritas meskipun kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara.

Load More