alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologi Polisi Dikeroyok Keluarga yang Ingin Bawa Paksa Mayat Covid

Chandra Iswinarno Senin, 25 Januari 2021 | 16:47 WIB

Kronologi Polisi Dikeroyok Keluarga yang Ingin Bawa Paksa Mayat Covid
Ilustrasi Jenazah Covid-19 direbut paksa keluarga. Peristiwa serupa nyaris terjadi di Kota Balikpapan, namun seorang anggota polisi dikeroyok pihak keluarga. (ist)

Akibat tak terima jenazah dimakamkan secara protokol kesehatan Covid-19, satu keluarga di Balikpapan sempat ribut dengan tenaga medis di salah satu rumah sakit rujukan Covid.

SuaraKaltim.id - Peristiwa pengeroyokan terhadap anggota Polres Balikpapan di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19, karena adanya keluarga yang ingin mengambil paksa jenazah terkonfirmasi Virus Corona menjadi perhatian Satgas Penanganan Covid-19 setempat.

Akibat tidak terima jenazah dimakamkan secara protokol kesehatan Covid-19, satu keluarga di Balikpapan sempat ribut dengan tenaga medis di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Balikpapan, Minggu (24/1/2021) sore.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat salah satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Mendapat kabar tersebut, keluarga pun berdatangan ke rumah sakit dan meminta agar jenazah keluarganya dimakamkan pihak keluarga.

Mendengar permintaan itu, pihak rumah langsung melakukan penolakan karena jenazah harus dimakamkan secara protokol kesehatan Covid-19. Karena adanya penolakan itu, cekcok antara keluarga almarhum pun terjadi dengan pihak rumah sakit.

Baca Juga: Siap-siap! Vaksin Sinovac di Balikpapan Bakal Disuntikan Mulai Jumat Ini

Mengetahui adanya penolakan dari keluarga, pihak rumah sakit selanjutnya menghubungi pihak kepolisian dari Polsek Balikpapan Selatan untuk melakukan mediasi kepada keluarga yang meninggal.

"Karena keributan itu, pihak rumah sakit menelpon kami untuk melakukan pengamanan terkait kejadian itu, lalu pihak kami datang ke lokasi," ujar Kapolsek Balikpapan Selatan AKP Agung Nursapto kepada Suarakaltim.id, Senin (25/1/2021) sore.

Ditambahkannya, setelah pihak kepolisian memberikan penjelasan kalau jenazah tidak boleh dimakamkan secara umum dan harus sesuai protokol kesehatan, pihak keluarga sebenarnya mau dan maklum.

Hanya saja, keluarga yang lain yang berada di parkiran sempat emosi lantaran melihat salah satu personel kepolisian bernama Bripka Marjono mengambil gambar untuk dokumentasi.

"Ada keluarga di dekat parkiran melihat anggota kami mengambil gambar dan langsung diteriaki. Mereka mengejar agar menghapus gambar. Meski sudah memberitahu anggota kepolisian, tapi tetap terjadi pemukulan," ungkap Agung.

Baca Juga: Cegah Warga Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Polisi di Balikpapan Dikeroyok

Sementara saat disinggung soal kondisi anggotanya yang mendapat penganiayaan, Agung mengaku kalau kondisinya sudah baik dan normal. Hanya saja pihaknya tetap menindaklanjuti perkara ini dan membawa ke jalur hukum sesuai yang berlaku.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait