alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

14 Alat Musik Khas Kaltim, Bukti Nyata Benua Etam Kaya Budaya

Denada S Putri Selasa, 27 Juli 2021 | 16:31 WIB

14 Alat Musik Khas Kaltim, Bukti Nyata Benua Etam Kaya Budaya
Alat Musik Kaltim. [istimewa]

Beberapa susah ditemukn karena sudah langka.

SuaraKaltim.id - Berbicara soal kebudayaan, Kalimantan Timur (Kaltim) memang memiliki beragam suku bangsa. Tentu masing-masing kebudayaan dan tradisi juga berbeda-beda. Itulah yang membuat Kaltim menjadi wilayah yang amat kaya akan keberagaman.

Terlepas dari ragam kebudayaan eksotis yang dimiliki Kaltim, Benua Etam ini juga memiliki beberapa alat musik khasnya. Beberapa bahkan langka untuk ditemukan kebadaannya. Mari kita simak.

Ilustrasi alat musik sampe. [Istimewa]
Ilustrasi alat musik sampe. [Istimewa]

1. Alat musik sampek.

Sampe adalah salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Suku Dayak. Untuk memainkan alat musik ini caranya adalah dengan dipetik.

Baca Juga: KBRI Jepang Resmikan PKBM At Taqwa di Ibaraki, Pusat Pendidikan dan Budaya Indonesia

Pada kehidupan keseharian dari suku Dayak, seni bermusik adalah salah satu yang tidak boleh dilewatkan dalam sebuah acara seperti upacara adat dan musik juga digunakan untuk hiburan.

Ilustrasi alat musik Gambus. [Istimewa]
Ilustrasi alat musik Gambus. [Istimewa]

2. Alat musik Gambus.

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik seperti sampe. Ia berdawai 6 yang tidak jauh berbeda dengan mandolin. Gambus ini awalnya berasal dari Timur Tengah yang kemudian dibawa oleh pedagang melayu sampai ke pesisir Kaltim.

Ilustrasi Sluding/Klentangan. [Istimewa]
Ilustrasi Sluding/Klentangan. [Istimewa]

3.  Alat musik sluding/klentangan.

Sluding atau Klentengan adalah alat musik tradisional yang terbuat dari kayu. Alat musik ini merupakan alat musik pukul jenis silofan, yang mirip dengan gambang.

Baca Juga: Sinopsis The Raid dan Daftar Pemainnya, Budaya Silat dalam Film Action

Alat musik ini terdiri dari 8 bilah kayu yang ditempatkan pada rak kayu. Pada sisi kanan dan kiri sluding dihias dengan motif kepala burung Enggang yang dianggap sebagai hewan sakral oleh suku bangsa Dayak Modang. Alat musik ini dimainkan saat upacara adat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait