Survei Brand Politika: Warga Balikpapan Keluhkan Harga Sembako Hingga Lapangan Pekerjaan

Dari hasil survei tersebut ada 3 permasalahan utama yang dianggap sangat mendesak di Kota Minyak.

Denada S Putri
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 08:00 WIB
Survei Brand Politika: Warga Balikpapan Keluhkan Harga Sembako Hingga Lapangan Pekerjaan
Direktur Brand Politika Eko Satiya Hushada bersama Rocky Gerung dan Slamet Brotosiswoyo dalam survei opini publik, Kamis (18/8/2022) di Whize Prime Balikpapan. [Suara.com/Arif Fadillah]

SuaraKaltim.id - Lembaga survei Brand Politika mengungkapkan hasil survei pada warga Balikpapan selama 17-24 Juli 2022 lalu. Survei tersebut untuk mengukur kinerja pemerintah kota Balikpapan dibawah kepemimpinan Rahmad Mas'ud. 

Dalam survei opini publik itu dilakukan dengan metode wawancara di seluruh kecamatan Balikpapan dengan total 500 responden. Survei mencakupi permasalahan mendesak di Kota Balikpapan hingga popularitas dan elektabilitas  beragam tokoh yang berpotensi maju dalam kontestasi politik 2024 mendatang. 

Dari hasil survei tersebut ada 3 permasalahan utama yang dianggap sangat mendesak di Kota Minyak. Permasalahan ekonomi meliputi kestabilan harga sembako, lapangan pekerjaan, perekonomian masyarakat, bantuan modal usaha. 

Kemudian permasalahan lingkungan seperti banjir, kemacetan dan drainase. Yang terakhir pembangunan seperti Infrastruktur jalan, sarana pendidikan dan air bersih.

Baca Juga:Video Diduga Maling Motor di Tasik 'Dirujak' Warga Viral

"Secara umumnya berdasarkan hasil survei yang dianggap paling mendesak bagi warga yakni kestabilan harga sembako dengan 23,8 persen. Lalu ada permasalahan banjir dengan hasil 18,2 persen. Ada juga lapangan pekerjaan dan perekonomian masyarakat dengan presentasi 12 persen," kata Direktur Brand Politika, Eko Satiya Hushada dalam survei opini publik, Kamis (18/8/2022). 

Sementara terkait pengetahuan atau pemahaman masyarakat tentang sembilan program prioritas Walikota Rahmad Mas’ud masih tergolong rendah, yakni sebesar 39,8%. Dari sembilan program prioritas yang mereka ketahui antara lain BPJS Gratis untuk kelas tiga, baju seragam gratis dan uang SPP gratis.

"Harapan masyarakat terhadap sembilan program prioritas yang paling banyak dikeluhkan masyarakat yakni penanganan banjir, menghidupkan perekonomian masyarakat melalui bantuan modal usaha UMKM dan perhatian pendidikan dalam hal meningkatkan kualitas guru dan kualitas proses belajar mengajar," tambah Eko. 

Sementara itu Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Timur (Kaltim) Slamet Brotosiswoyo menjelaskan saat ini lapangan pekerjaan masih dikeluhkan warga Balikpapan. Seperti hasil survei yang menunjukkan presentasi 12 persen. Padahal saat ini proyek besar sedang berjalan di Kota Minyak. 

"Hasil survey ini konsumsi khalayak. Terkait lapangan kerja. Seharusnya di Balikpapan tidak ada pengangguran. Apabila pendidikan sesuai dengan lapangan pekerjaan," kata Slamet. 

Baca Juga:Viral Gerebek Rumah Maling Celana Dalam Wanita, Temuan Warga Bikin Netizen Syok: Depok Emang Beda

Ditambahkan Slamet lapangan pekerja di Balikpapan sangat banyak mulai dari proyek RDMP dan rencana pembangunan IKN, hanya saja pekerjanya sudah siap atau belum, apalagi dengan Balikpapan sebagai penyangga IKN.

News

Terkini

Berikut Titah Tata Krama belimbur Erau Adat Pelas Benua Tahun 2022 Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura:

News | 21:22 WIB

Saya ikhlas diperlakukan seperti ini dan saya mohon doanya agar bisa melalui semua ini; dan saya mohon izin titipkan anak-anak saya di rumah dan di sekolah mereka

News | 19:06 WIB

Kita tidak memaksa, dari awal kita kasih tenggang waktu enam bulan. Sampai Desember boleh pakai seragam SD

News | 18:08 WIB

Berdasar unggahan video di akun Instagram, @fakta.tangerang, aksi konvoi gerombolan ABG yag disebut anggota gangster bersajam itu terjadi di wilayah Kota Tangerang Selatan

News | 16:33 WIB

Dia ditangkap dipinggir jalan. Waktu di geledah dia buang sebungkus rokok. Saat diperiksa ternyata isinya sabu

News | 14:39 WIB

Kita perlu melakukan edukasi kepada masyarakat secara Intens jadi bukan hanya sekali, libatkan unsur yang ada dari pemerintah kota hingga tingkat RT

News | 10:37 WIB

Dia nabrak pohon, katanya sih pandangan saat itu kaget ada traffic cone depan Gedung NU. Kemudian banting stir ke sebelah kiri, lalu nabrak pohon

News | 09:24 WIB

Totalnya kesembuhan Covid-19 di Kalsel selama pandemi sekitar dua tahun ini menjadi sebanyak 84.933 orang, yakni 96,99 persen.

| 21:17 WIB

Jadi tidak semua keberadaan mereka itu murni untuk karena kreatif kebutuhan ekonomi, namun juga ada disalahgunakan untuk hal negatif seperti ngelem

News | 18:33 WIB

Kalau si Sj ini merupakan bandar peredaran narkoba di Muara Badak. Selain itu uang hasil penjualan sabu dia pakai untuk membeli empang.

News | 16:43 WIB

Angin puting beliung tadi malam. Selain atap juga kabel PLN ikut terjatuh mengakibatkan listrik sempat padam

News | 14:22 WIB

Kasusnya sudah naik statusnya, dari penyelidikan menjadi penyidikan pada 15 September lalu

News | 10:57 WIB

Sebetulnya semua harus kita ungkap, anak-anak harus tahu sejarah, tapi bukan dari film itu. Banyak sumber sejarah yang lain

News | 09:45 WIB
Tampilkan lebih banyak