SuaraKaltim.id - Lantaran menipisnya anggaran operasional kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ajukan tambahan anggaran tanggap darurat.
Jumlah yang diajukan BPBD PPU untuk mengantisipasi serta penanggulangan bencana hingga akhir Tahun 2020 sejumlah Rp 200 juta.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD PPU Nurlaila mengatakan, instansinya mengajukan tambahan dana kedaruratan bencana untuk penanganan bencana selama empat bulan terakhir.
Pengajuan dilakukan karena dana operasional kedaruratan bencana pada 2020, yang sebelumnya dialokasikan sekitar Rp 600 juta, kini hanya tersisa di bawah Rp 100 juta.
"Kami ajukan tambah dana Rp 200 juta pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Perubahan khusus untuk bidang kedaruratan sebagai antisipasi bencana di akhir 2020," katanya saat ditemui Antara di Penajam, Selasa (22/9/2020).
Dia mengemukakan, anggaran tersebut diajukan, karena banyak terserap untuk penanggulangan bencana kebakaran lahan.
"Anggaran tanggap darurat bencana banyak terserap penanganan kebakaran lahan yang terjadi pada Februari hingga Maret 2020," ujarnya.
Biasanya, lanjut Nurlaila, pada akhir tahun, potensi kebakaran lahan di wilayah Penajam Paser Utara meningkat seiring datangnya musim kemarau.
Anggaran operasional BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara secara keseluruhan, ucap Nurlaila, dialokasikan lebih kurang Rp 800 juta sampai Rp 900 juta.
Baca Juga: Siaga Darurat Karhutla Jambi Diperpanjang Sampai Akhir Oktober
"Dana operasional BPBD yang dialokasikan itu sama jumlahnya dengan anggaran operasional BPBD empat tahun terakhir," ucapnya.
Sementara untuk anggaran bidang kedaruratan, kata Nurlaila, instansinya meminta dialokasikan sendiri sebagai dana tanggap darurat bencana.
Namun dikarenakan ada masalah keuangan, sehingga belum dapat terpenuhi, dan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara sudah meminta penambahan untuk dana kedaruratan pada ABBD Perubahan 2020 sekitar Rp 200 juta. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026