- BMKG Samarinda mengajak masyarakat Kaltim mewaspadai dampak hujan.
- Hujan bisa menyebabkan, antara lain banjir, sungai meluap, dan jalan licin.
- Sejumlah wilayah Kaltim diprediksi diguyur hujan sedang pada 1-10 Maret 2026.
SuaraKaltim.id - BMKG Stasiun Meteorologi Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda mengajak warga Kalimantan Timur (Kaltim) mewaspadai dampak hujan sedang pada 1-10 Maret 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor menyampaikan jika akibat hujan tersebut bisa menyebabkan, antara lain banjir, sungai meluap, dan jalan licin.
"Secara umum Provinsi Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah antara 50-150 milimeter (mm) dengan peluang hujan lebih dari 90 persen," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (2/3/2026).
Di sebagian kecil wilayah Kaltim bagian timur, seperti sebagian Kabupaten Kutai Timur dan sebagian Kutai Kartanegara, hujan diprediksi berada dalam kategori rendah antara 0-50 mm.
Riza melanjutkan untuk deterministik curah hujan pada dasarian I Maret 2026 (1-10 Maret), menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan dengan kategori menengah antara 50-150 mm.
Namun, katanya, pada sebagian kecil wilayah Kabupaten Kutai Barat diprediksi akan mengalami curah hujan dengan kategori tinggi antara 150-200 mm.
Pada perkiraan deterministik sifat hujan, lanjut ia, dasarian I Maret ini menunjukkan secara umum wilayah Kaltim mengalami sifat hujan bervariasi dengan kategori bawah normal antara 50-84 persen dan kategori normal antara 85-115 persen.
Sebagian wilayah Kabupaten Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Mahakam Ulu, dan Kabupaten Berau diprediksi mengalami sifat hujan kategori atas normal antara 116-200 persen.
BMKG Samarinda juga menganalisa curah hujan pada dasarian III Februari 2026, yakni wilayah Kaltim di periode tersebut mengalami curah hujan bervariasi, yakni kategori rendah antara 0-50 mm hingga sangat tinggi di atas 300 mm.
Secara umum wilayah Kaltim pada 21-28 Februari didominasi curah hujan dengan kategori menengah antara 50–150 mm, kecuali wilayah Kabupaten Kutai Timur bagian selatan, Kabupaten Mahakam Ulu bagian selatan, Kabupaten Kutai Kartanegara bagian timur, Kabupaten Kutai Barat bagian tengah, dan Kota Samarinda yang mengalami curah hujan dengan kategori tinggi antara 150 - 300 mm.
Wilayah dengan curah hujan tertinggi di Kabupaten Kutai Barat, tepatnya di Kecamatan Damai, dengan jumlah curah hujan sebesar 309 mm.
Hal lain yang dipantau pada 21-18 Februari lalu adalah hari tanpa hujan (HTH), yakni wilayah Kaltim secara umum mengalami HTH yang pendek antara 1–5 hari. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini
-
HUT ke-70 Danamon, Nasabah di Balikpapan Bisa Nikmati Hujan Promo di Banyak Merchant Favorit