- Pemprov Kaltim berencana membangun kawasan tepi sungai.
- Konsepnya mencakup pembangunan jalan dilengkapi jalur pedestrian.
- Namun, realisasi proyek ini masih menunggu ketersediaan pendanaan.
SuaraKaltim.id - Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) membidik pembangunan kawasan tepi sungai di Samarinda yang diproyeksikan menelan anggaran hingga Rp1,7 triliun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim menyampaikan pembangunan di antaranya kawasan Selili dan Jembatan Mahkota II.
"(Di sana) akan dibangun pusat keramaian baru dengan amphitheater serta berbagai fasilitas pendukung lainnya," katanya dikutip dari Antara, Minggu (1/2/2026).
Dinas PUPR-Pera Kaltim memastikan seluruh tahapan perencanaan awal mulai dari studi kelayakan (feasibility study) hingga Detail Engineering Design (DED) telah rampung sepenuhnya.
Konsep pengembangan kawasan ini mencakup pembangunan jalan tembus hingga Jembatan Mahkota II yang dilengkapi jalur pedestrian luas agar masyarakat dapat berolahraga maupun berswafoto dengan nyaman.
Kendati konsep teknis telah sangat matang, realisasi fisik proyek raksasa ini masih harus menunggu ketersediaan pendanaan yang memadai di tengah kondisi fiskal daerah yang menantang.
Pemerintah daerah mengaku harus bersikap realistis pada tahun anggaran ini mengingat adanya kebijakan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.
"Oleh karena itu, kami akan memprioritaskan program-program yang dinilai paling mendesak terlebih dahulu untuk dieksekusi," ujar Nanda.
Dari sisi sosial, pemerintah menilai proyek ini relatif aman dari konflik karena pembangunan dilakukan di sisi sungai sehingga tidak memerlukan relokasi pemukiman warga setempat.
Keberadaan infrastruktur anyar ini justru diyakini menguntungkan masyarakat sekitar melalui penciptaan pusat ekonomi baru dan akses jalan besar yang lebih layak.
Guna menyiasati tantangan dana, Pemprov Kaltim kini membuka peluang kolaborasi pembiayaan dengan pemerintah pusat di luar skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Jalur ini dinilai strategis karena tidak hanya mempercantik kota, namun juga berfungsi sebagai jalan pintas vital dari kawasan pelabuhan menuju Jembatan Mahkota II.
"Mungkin saja kalau pusat tertarik untuk membangun bersama, apalagi ini juga jadi jalur pintas dari kawasan pelabuhan ke Mahkota," tegas Nanda. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon
-
Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud