- Masyarakat Kalimantan Timur diminta mewaspadai virus Nipah lewat kelelawar.
- Virus ini merupakan patogen zoonosis yang punya tingkat kematian sangat tinggi.
- Orang yang terkena virus Nipah akan mengalami disorientasi, kejang, hingga koma.
SuaraKaltim.id - Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman virus Nipah yang ditularkan melalui hewan, khususnya kelelawar buah.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kaltim Eryariyatin menyatakan bahwa imbauan ini penting karena virus Nipah merupakan patogen zoonosis yang memiliki tingkat kematian sangat tinggi, yakni mencapai 40 hingga 75 persen.
"Masyarakat harus waspada dengan mengurangi kontak langsung dengan kelelawar dan menghindari konsumsi buah-buahan yang sudah terkontaminasi air liur atau kotoran hewan tersebut," ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (28/1/2026).
Eryariyatin menekankan pentingnya mencuci buah hingga bersih sebelum dikonsumsi guna memastikan tidak ada residu cairan dari hewan liar yang menempel pada kulit buah.
Dia juga mengingatkan warga untuk segera menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai benteng pertahanan utama dalam menangkal infeksi virus mematikan ini.
"Gejala awal yang perlu diwaspadai oleh masyarakat meliputi munculnya demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan yang akut," ujar Eryariyatin.
Lanjut dia, jika kondisi memburuk pasien dapat mengalami disorientasi, kejang, hingga koma akibat peradangan otak atau ensefalitis yang sangat fatal bagi keselamatan jiwa.
Dinkes Kaltim meminta siapa pun yang mengalami gejala tersebut, terutama setelah berinteraksi dengan hewan liar, untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
"Langkah deteksi dini di puskesmas atau rumah sakit membantu petugas medis dalam melakukan penanganan cepat sebelum terjadi komplikasi neurologis yang lebih berat," cakapnya.
Meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di Kaltim maupun Indonesia, kesiapsiagaan mandiri masyarakat dianggap sebagai langkah pencegahan terbaik.
Pemerintah juga telah memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah guna memantau mobilisasi orang dan barang yang berpotensi membawa agen penyakit dari luar negeri.
Upaya pencegahan ini mengacu pada peringatan global dari WHO yang menetapkan Nipah sebagai salah satu penyakit prioritas yang berpotensi memicu pandemi baru.
"Kerja sama antara masyarakat dan tenaga medis dalam melaporkan kejadian mencurigakan diharapkan mampu menjaga stabilitas kesehatan masyarakat di wilayah Kaltim secara berkelanjutan," tegas Eryariyatin. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Prabowo Sorot Mobil Dinas Kepala Daerah Rp 8 M, Pengamat: Peringatan Keras untuk Diet Anggaran
-
Hubungi Nomor Call Center 133 Jika Pengguna Jalan Alami Kondisi Darurat
-
Dishub Samarinda Siapkan Skema Satu Arah di Terowongan untuk Atur Lalu Lintas
-
BRI Berangkatkan 12.352 Pemudik dengan 238 Bus di Stadion GBK Jakarta
-
Mobil Land Rover Wali Kota Samarinda Ternyata Sewa, Ini Penjelasan Pemkot