- ASN berinisial AD ditemukan meninggal di kamar kosnya di Samarinda pada Senin 27 Juli 2026.
- Polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban setelah melakukan olah tempat kejadian perkara awal.
- Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan guna memastikan penyebab kematian.
SuaraKaltim.id - Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial AD (33) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Kedondong Dalam Tiga, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda pada Senin (27/7/2026).
Polresta Samarinda menyatakan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah personel kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal fisik pada tubuh korban.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban," katanya, Rabu (29/7/2026).
Peristiwa ini bermula ketika korban sempat mengeluhkan sakit maag kepada sang istri melalui sambungan telepon.
Namun, saat dihubungi kembali keesokan harinya, korban sudah tidak memberikan respons atau jawaban.
Lantaran merasa khawatir, sang istri kemudian meminta bantuan pemilik kos untuk memeriksa kondisi suaminya di dalam kamar.
Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa respons, pemilik kos berinisiatif membuka jendela kamar dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke kepolisian.
Guna memastikan penyebab pasti kematian korban, Tim Inafis Polresta Samarinda bersama jajaran Polsek Samarinda Ulu telah mengevakuasi jenazah ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Pihak kepolisian telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan hingga kini proses penyelidikan masih terus berjalan.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban, serta menunggu hasil pemeriksaan medis resmi yang dikeluarkan oleh tim dokter RSUD Abdul Wahab Sjahranie. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut