Eko Faizin
Kamis, 30 Juli 2026 | 15:29 WIB
Ilustrasi garis polisi di kamar kos. [ANTARA/Dokumentasi Pribadi]
Baca 10 detik
  • ASN berinisial AD ditemukan meninggal di kamar kosnya di Samarinda pada Senin 27 Juli 2026.
  • Polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban setelah melakukan olah tempat kejadian perkara awal.
  • Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan guna memastikan penyebab kematian.

SuaraKaltim.id - Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial AD (33) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Kedondong Dalam Tiga, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda pada Senin (27/7/2026).

Polresta Samarinda menyatakan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah personel kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal fisik pada tubuh korban.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban," katanya, Rabu (29/7/2026).

Peristiwa ini bermula ketika korban sempat mengeluhkan sakit maag kepada sang istri melalui sambungan telepon.

Namun, saat dihubungi kembali keesokan harinya, korban sudah tidak memberikan respons atau jawaban.

Lantaran merasa khawatir, sang istri kemudian meminta bantuan pemilik kos untuk memeriksa kondisi suaminya di dalam kamar.

Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa respons, pemilik kos berinisiatif membuka jendela kamar dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke kepolisian.

Guna memastikan penyebab pasti kematian korban, Tim Inafis Polresta Samarinda bersama jajaran Polsek Samarinda Ulu telah mengevakuasi jenazah ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Pihak kepolisian telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan hingga kini proses penyelidikan masih terus berjalan.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban, serta menunggu hasil pemeriksaan medis resmi yang dikeluarkan oleh tim dokter RSUD Abdul Wahab Sjahranie. (Antara)

Load More