SuaraKaltim.id - Meriana baru tiga tahun menggeluti bisnis kerajinan tangan.
Di tahun ke tiga, dia bahkan harus menghadapi masa pandemi yang serba sulit.
Meski demikian, pengusaha turunan sulam tumpar ini tidak pernah mengeluh karena kekurangan pesanan.
Ditemui di rumahnya, Jalan Gunung Belah, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Meri sedang sibuk menjahit sebuah tas.
“Disambi ya, karena sedang ngejar pesanan dari Pemkab Kukar. Rencana mau diikutkan pameran Dekranasda,” katanya.
Meri kemudian membuka etalase dagangannya, dia memperlihatkan beragam produk aksesoris untuk kaum hawa.
Berbagai produk turunan tumpar seperti baju, dompet, masker dan konektor jilbab sudah terbungkus rapi dalam plastik.
Menurutnya, semua dagangan itu memang diperuntukkan untuk perempuan.
Alasannya, karena perempuan tidak pernah takut membeli aksesoris pelengkap penampilan.
Baca Juga: Jokowi: Produk Kerajinan Tangan Jadi Kekuatan Indonesia Tembus Pasar LN
“Selain produk kecantikan, perempuan pasti suka belanja aksesoris. Tas dan masker adalah produk yang paling laku. Banyak pelanggan yang koleksi masker tumpar dipadukan dengan tas warna senada,” ujarnya.
Meri menggeluti usaha turunan tumpar sejak tahun 2017 silam. Bermula dari coba-coba, ternyata produk buatannya laku keras di pasaran.
Tidak tanggung-tanggung, pesanan bahkan datang dari luar pulau Kalimantan seperti Jakarta dan Papua.
Rata-rata pemesan adalah kaum sosialita. Seperi ibu-ibu Bayangkari, komunitas arisan hingga istri-istri pejabat daerah.
“Tas dan masker banyak saya kirim ke Pulau Jawa, Papua, Bali dan NTT juga pesan di sini. Beberapa kali ibu Bayangkari di Jawa pesan banyak. Biasanya pesan tas senada warna dengan maskernya,” ungkapnya.
Produk turunan tumpar buatan Meri terbuat dari berbagai bahan. Pelanggan bisa memilih bahan dan model sesuai keinginan.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pemprov Kaltim Rincikan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 Miliar
-
Wali Kota Samarinda Tolak Penghapusan Iuran BPJS, Begini Jawaban Pemprov Kaltim
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'