- Dinkes Kaltim menanggapi dugaan kelalaian medis pada bayi di puskesmas.
- Pasien bayi itu sebelumnya sempat berobat di salah satu rumah sakit swasta.
- Sang bayi diduga kuat mengalami infeksi saluran pernapasan atau pneumonia.
SuaraKaltim.id - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) buka suara terkait dugaan kelalaian pelayanan medis yang berujung pada meninggalnya bayi berusia 6 bulan di Puskesmas Batuah.
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menyatakan pihaknya dan menelusuri kasus tersebut dengan mengundang pihak rumah sakit dan puskesmas.
"Kami mengundang semua pihak rumah sakit dan puskesmas yang sempat melayani pasien ini untuk mencari tahu secara pasti detail penyakitnya," katanya dikutip dari Antara, Senin (23/2/2026).
Jaya menjelaskan pasien bayi itu sebelumnya sempat berobat di salah satu rumah sakit swasta, namun dibawa pulang setelah pemeriksaan pertama.
Dia mengatakan, berdasarkan penelusuran awal, sang bayi diduga kuat mengalami infeksi saluran pernapasan atau pneumonia anak yang mengancam jiwa apabila terlambat ditangani.
Ketika kondisi pasien memburuk dan kembali dibawa ke Puskesmas Batuah, Unit Gawat Darurat (UGD) dipastikan beroperasi penuh selama 24 jam dengan ketersediaan pasokan oksigen.
Kesiapan layanan darurat tersebut terwujud berkat kerja sama pihak puskesmas dengan program tanggung jawab sosial berbagai perusahaan sekitar yang membiayai tenaga kesehatan jaga.
"Namun lantaran kondisi pasien sudah sangat berat dengan tingkat saturasi oksigen anjlok di bawah 70 persen, petugas medis langsung merujuknya ke RSUD terdekat," ungkap Jaya.
Sesampainya di rumah sakit rujukan tersebut, bayi yang sudah dalam keadaan sangat kritis pada akhirnya tidak dapat diselamatkan meski upaya medis telah dilakukan.
"Sebagai langkah antisipasi ke depan kami menekankan program vaksinasi pneumonia tersalurkan secara merata agar kasus fatal pada balita dapat dicegah," kata Jaya.
Sebelumnya, kasus kematian bayi ini mencuat ke publik setelah pihak keluarga menyoroti dugaan pelayanan buruk berupa tabung oksigen yang tidak optimal serta ketiadaan sopir ambulans siaga.
Melalui kuasa hukum Titus Tibayan Pakalla, keluarga korban kini tengah mempertimbangkan gugatan maupun laporan mal-administrasi seraya mendesak evaluasi menyeluruh terhadap standar pengawasan puskesmas. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka