Alvaro dan Triniti, dua bocah korban bom gereja di Samarinda. [foto: FB Novita sagala]
“Kalau ada suara yang keras mengejutkan, dia akan ketakutan. Dia memang tidak selalu bilang, tapi semua bisa lihat sendiri ketika dia gemetar,” sebutnya.
Selain itu, Novita juga berupaya menguatkan hati anaknya. Keadaan cacat fisik karena luka bakar itu tidak hilang.
Di sekolah, Alvaro terlihat rendah diri. Terkadang, ada juga teman sekolah yang merundungnya. Novita berjuang membangun mental Alvaro agar lebih kuat menerima keadaannya.
“Ya siapa yang tidak rendah diri kalau memiliki bekas luka seperti Alvaro. Terkadang akalau ada yang oloki-olok, dia menangis ke saya. Tapi saya katakan pada dia, Tuhan maha baik. Ketika diolok, maka Tuhan akan memberi kasihnya untuk kita yang lemah,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri