SuaraKaltim.id - Sebelum pulang ke Indonesia, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab disebut telah menjalani tes PCR atau swab test di Arab Saudi.
Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Umum FPI Munarman saat dihubungi Suara.com pada Minggu (8/11/2020).
"Beliau test PCR di Saudi," ujarnya.
Dikatakan Munarman, tes PCR yang dilakukan di Arab Saudi lebih terjamin dan terpercaya dibandingkan di Jakarta. Karena itu, menurutnya, masyarakat tak perlu khawatir akan penularan corona sepulangnya Rizieq ke tanah air.
"Lebih terpercaya metode dan hasilnya di Saudi," katanya.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Habib Rizieq direncanakan bakal pulang ke Indonesia pada 10 November mendatang. Kepulangan tersebut, disebut-sebut untuk menikahkan putrinya. Pun kepulangannya juga dibayang-bayangi beberapa kasus hukum yang pernah melekat pada dirinya.
Meski begitu, Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro mengklaim kliennya sudah tidak memiliki kasus hukum lagi di Indonesia. Semua laporan yang membuatnya dipanggil aparat kepolisian sudah dihentikan.
"Kan sudah enggak ada kasus hukum lagi," ujar Sugito saat dihubungi Suara.com, Minggu (8/11/2020).
Menurutnya, saat ini kasus yang berjalan di Indonesia hanya menjadikan Rizieq sebagai sanksi, bukan terdakwa atau tersangka seperti kasus lainnya.
Baca Juga: Habib Rizieq Akan Langsung Ditangkap Setibanya di Indonesia? Ini Kata Polri
Adapun Rizieq sempat ingin diperiksa karena laporan di Polda Metro Jaya terkait konten pornografi dan di Polda Jawa Barat karena dugaan penodaan Pancasila.
"Enggak ada lagi, semua saksi," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pemprov Kaltim Rincikan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 Miliar
-
Wali Kota Samarinda Tolak Penghapusan Iuran BPJS, Begini Jawaban Pemprov Kaltim
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'