Dari 382 danau itu, 262 danau bernama dan 120 danau tidak bernama. Danau-danau itu terdiri dari 26 danau sangat kecil, 342 danau kecil, 11 danau sedang, dua danau besar, dan satu danau sangat besar.
Sementara pada Seri Jawa-Bali-Nusa Tenggara, LIPI mengidentifikasi 1.990 danau yang mencakup 325 danau alami, 845 danau buatan dan 820 danau tidak teridentifikasi.
Dari 1.990 danau itu, ada 1.272 danau bernama dan 718 danau tidak bernama. Berdasarkan luasan, danau-danau tersebut terdiri dari 641 danau sangat kecil, 1.336 danau kecil, dan 13 danau sedang.
Pada Seri Sulawesi, teridentifikasi sebanyak 472 danau di wilayah Sulawesi yang meliputi 94 danau alami, 11 danau buatan dan 267 danau tidak teridentifikasi.
Dari 472 danau itu, 116 danau bernama dan 356 danau tidak bernama. Berdasarkan luasan, danau-danau tersebut mencakup 204 danau sangat kecil, 259 danau kecil, enam danau sedang, dan tiga danau besar.
Pada Seri Maluku-Papua, LIPI mengidentifikasi 618 danau di wilayah Maluku dan Papua yang terdiri dari 93 danau alami dan 525 danau tidak teridentifikasi. Sebanyak 618 danau tersebut mencakup 184 danau bernama dan 434 danau tidak bernama. Danau-danau tersebut terdiri dari 121 danau sangat kecil, 483 danau kecil, 12 danau sedang, dan dua danau besar.
Pada Seri Kalimantan, teridentifikasi 2.345 danau di wilayah Kalimantan yang terdiri dari 429 danau alami, 426 danau buatan, dan 1.490 danau tidak teridentifikasi.
Aan menuturkan Buku Identifikasi Danau Indonesia itu disusun sebagai dasar dalam penghitungan jumlah dan luasan danau-danau di Indonesia.
"Buku danau ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, peneliti, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengelolaan ekosistem danau," tuturnya. [Antara]
Berita Terkait
-
Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya
-
Peneliti LIPI Sebut Dinamika Politik 'Keluarga Solo' sebagai Perilaku Menyimpang
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Ikrar Nusa Bakti Desak Prabowo Segera Reshuffle Kabinet
-
Profesor LIPI: Uji Keaslian Ijazah Jokowi Harus Didorong ke Pengadilan, Bukan Kekeluargaan
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih
-
Asap Karhutla Kuning Masih Selimuti Palangkaraya, Ganggu Jarak Pandang
-
Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang
-
Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus
-
Minta Maaf, Ajudan Gubernur Kaltim yang Dinilai Arogan Tetap Diperiksa