SuaraKaltim.id - Namanya terasa begitu istimewa Al-Maliki, mengingatkan kepada Imam Maliki bin Anash yang dikenal merintis Mazhab Maliki nan masyhur dan berkembang mulai dari Mesir, Tunisia, Maroko hingga Andalusia.
Namun, Al-Maliki yang satu ini mungkin tak semasyhur Imam Malik. Tetapi dia juga punya keistimewaan, lantaran ia bertugas menjadi Takmir Masjid Jami Al-Istikomah di Jalan Kusuma Wardani, Pleburan Kota Semarang, Jawa Tengah.
Pria bernama asli Ahmad Nur Kususma Yuda ini berbeda dari takmir masjid pada umumnya. Sepintas banyak orang akan berpendapat, dia bukan lah takmir, lantaran sekujur tubuhnya penuh dengan rajah atau tato hingga wajahnya.
Gambar tatonya pun bermacam-macam, mulai dari Bunda Maria, bunga hingga Dajjal yang ada di punggungnya. Meski demikian, Al-Maliki enggan menghapus tatonya. Dia ingin tatonya menjadi saksi, ketika di hari penghakiman kelak.
"Saya tak ingin menghapus tato saya. Tato ini pernah ikut saat saya masih jahiliyah dan saya ingin mengajak tato saya ini menjadi saksi bahwa saya sudah hijrah ke arah yang lebih baik," jelasnya saat ditemui Suarajawatengah.id pada Senin (11/1/2021).
Al-Maliki mengakui, kali pertama memiliki tato saat masih duduk di bangku SD. Kala itu, dia meminta gambar tato berupa air mata yang ada di kedua pipinya. Maknanya pun sederhana, agar tak cengeng ketika hidup di jalanan.
Setelah lulus SD, Al-Maliki menjalani hidupnya dengan penuh liku-liku. Jika dibandingkan, kehidupan Al-Maliki saat ini bak langit dan bumi. Dengan kehidupannya sekarang, dia mengaku lebih tenang dan gembira.
Meski sekujur tubuhnya dipenuhi tato, sejak masih PAUD sudah berkali-kali masuk pondok pesantren di daerah Bogor, Klaten, Tangerang dan yang terakhir adalah Salatiga.
Puncaknya saat di Salatiga, Al-Maliki mulai tak betah, hingga akhirnya beberapa kali dia terpaksa kabur dari pondok pesantren tersebut. Pun lantaran sering melanggar peraturan, akhirnya Al-Maliki dipulangkan ke rumah.
Baca Juga: Tinggalkan Kehidupan Jahiliyah, Al Maliki Pria Bertato Jadi Hafiz Quran
Tak betah di rumah, dia memilih hidup di jalanan. Ketika hidup di jalanan, dia mulai terlibat aksi perkelahian, minuman keras hingga terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian.
"Iya pernah juga ditangkap oleh polisi. Tak terhitung berapa kali saya ikut perkelahian," ucapnya.
Hingga tiba di suatu peristiwa yang takkan pernah dilupakannya. Ketika seorang temannya ditemukan meninggal dimutilasi oleh orang tak dikenal di Tangerang beberapa tahun lalu. Dari situ, Al-Maliki mulai dapat hidayah untuk bertaubat.
"Iya itu kejadian yang tak pernah terlupakan," katanya.
Meski mengalami manis pahitnya hidup di jalanan, Al-Maliki tak ingin melupakan masa-masa jahiliyah-nya. Dia memilih untuk mengambil pelajaran semua hal yang pernah dia lakukan ketika hidup di jalanan.
"Saya akan jadikan pelajaran kehidupan jahiliyah saya," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Dikepung Api dan Asap, Dua Kompleks Perumahan Dekat Bandara Syamsudin Noor Terancam
-
Karhutla Mengintai, Bandara APT Pranoto Siaga Kabut Asap Ganggu Penerbangan
-
BRI Group Perkuat Reputasi Global Lewat Enam Penghargaan Bergengsi
-
Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI