SuaraKaltim.id - Kabar duka menyelimuti Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Senin (8/2/2021) pagi, mantan Gubernur Yurnalis Ngayoh meninggal dunia pada pukul 06.30 Wita.
Dilansir dari Inibalikpapan.com-jaringan Suara.com, Yurnalis meninggal dalam usia 78 tahun dan meninggalkan empat anak.
Pria kelahiran Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat tersebut menjabat menjadi orang nomor satu di Benoa Etam selama dua tahun, 2006-2008.
Dia meneruskan kepemiminan Suwarna Abdul Fatah yang bersamanya terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim pada Pilkada 2003 silam.
Namun di tengah perjalanan, Suwarna ditahan karena tersandung kasus korupsi. Kemudian estafet kepemimpinan Kaltim didapuknya.
Sebelum maju dalam Pilkdaa 2003, Dia sempat menjadi menjadi aparatur sipil Negara (ASN). Pun Yurnalis Ngayoh tercatat sebagai satu-satunya putra Suku Dayak yang memimpin Kaltim.
Setelah selesai menjabat sebegai Gubernur Kaltim, Pria kelahiran 20 Agustus 1942 itu sempat diangkat menjadi Anggota Komisaris PT Pupuk Kaltim pada 2009 menggantikan Tjujup Suparna yang telah habis masa bhaktinya.
Selain itu, dia juga sempat menimba ilmu S-1 di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kemudian melanjutkannya jenjang pendidikan S-2 ke Universitas Wijaya Putra Surabaya. Terakhir berhasil menempuh disertasi doktoral di Universitas 17 Agustus Surabaya.
Baca Juga: Tahanan Meninggal di Polresta Balikpapan, Propam Periksa 6 Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas