SuaraKaltim.id - Peneliti Danuta Skowronski dan Gaston De Serres mendesak sejumlah negara agar menunda pemberian dosis kedua vaksin Covid-19 Pfizer, yang mereka katakan memiliki keampuhan 92,6 persen setelah dosis pertama.
Kedua peneliti mengatakan, temuan mereka bermula dari dokumen Pfizer yang diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).
Temuan itu juga serupa dengan keampuhan 92,1 persen dosis pertama yang dilaporkan vaksin mRNA-1273 Moderna, kata Skowronski dan De Serres melalui surat yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine.
Mereka memperingatkan bahwa mungkin terjadi ketidakpastian soal durasi perlindungan dengan dosis tunggal, akan tetapi menurut mereka pemberian dosis kedua sebulan setelah dosis pertama memberikan "sedikit khasiat tambahan dalam jangka pendek."
"Mengingat kurangnya vaksin saat ini, penundaan dosis kedua menjadi masalah keamanan nasional yang, jika diabaikan, tentunya akan menimbulkan ribuan pasien rawat inap dan kematian Covid-19 di Amerika Serikat pada musim dingin ini," para penulis memperingatkan.
Dalam tanggapannya, Pfizer menyebutkan bahwa penjadwalan alternatif pemberian dosis vaksin buatannya belum dievaluasi dan keputusan untuk melakukan itu (pemberian dosis kedua) berada di tangan otoritas kesehatan.
"Kami di Prizer yakin bahwa sangat penting bagi otoritas kesehatan untuk mengawasi jadwal alternatif pemberian dosis guna memastikan bahwa vaksin memberi perlindungan semaksimal mungkin," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Tak Bisa Diganti Uang Pribadi Gubernur, Kursi Pijat Rudy Mas'ud Bakal Dipindah
-
Pelajar SMK Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Ibu Ungkap Kronologi
-
Mensos Respons Kasus Siswa SMK Samarinda Meninggal usai Keluhkan Sepatu Sempit
-
Pemprov Kaltim Klarifikasi Perihal Heboh Anggaran Laundry Gubernur Senilai Rp450 Juta
-
Siswa Meninggal Gegara Sepatu Kekecilan, DPRD Samarinda Singgung Pendataan Lemah