- DLH Kaltim mematangkan pembahasan proposal rencana perdagangan karbon.
- Hal ini untuk memperkuat komitmen dalam mengendalikan dampak perubahan iklim.
- Perdagangan karbon tak hanya transaksi sektor hijau, tapi juga menjaga hutan primer.
SuaraKaltim.id - Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat komitmen daerah dalam mengendalikan dampak perubahan iklim secara berkelanjutan melalui karbon.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim kini tengah mematangkan pembahasan proposal rencana perdagangan karbon dari pihak swasta.
"Kami memberikan masukan serta catatan strategis, agar rencana kegiatan perdagangan karbon ini dilaksanakan secara hati-hati, transparan, dan berorientasi pada perlindungan lingkungan," kata Kepala DLH Kaltim Joko Istanto dikutip dari Antara, Kamis (29/1/2026).
Pertemuan DLH Kaltim dengan perusahaan pengelola dana karbon baru-baru ini mengkaji secara mendalam mekanisme teknis yang diajukan agar selaras dengan regulasi nasional maupun kebijakan lingkungan di tingkat daerah.
Pemprov Kaltim, lanjut dia, menitikberatkan pada aspek kesesuaian prosedur untuk memastikan setiap aktivitas ekonomi hijau memberikan dampak positif bagi ekologi di Benua Etam.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kaltim Chamidin turut memberikan pendampingan dalam verifikasi dokumen guna menjamin transparansi rencana aksi penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) tersebut.
"Langkah ini dipandang sangat krusial mengingat Kaltim merupakan salah satu pilar utama dalam pencapaian target iklim nasional melalui sektor kehutanan dan lahan," kata Chamidin.
DLH Kaltim menegaskan bahwa perdagangan karbon tidak hanya sekadar transaksi sektor hijau, melainkan harus menjadi alat efektif dalam menjaga kelestarian hutan primer.
Menurut Chamidin, manfaat nyata dari program tersebut dapat menyentuh aspek perlindungan biodiversitas, sekaligus meningkatkan ketahanan iklim di wilayah pesisir dan daratan.
"Sinergi antara pemerintah dan sektor privat terus diperkuat melalui forum-forum diskusi teknis untuk menyamakan persepsi mengenai nilai ekonomi karbon," katanya.
Pemprov Kaltim optimistis bahwa tata kelola karbon yang akuntabel akan mempercepat realisasi ekonomi hijau yang menjadi visi besar pembangunan di provinsi tersebut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi