SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota Balikpapan, Kaltimantan Timur mendukung upaya pengurus rukun tetangga (RT) dalam Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di "Kota Minyak" untuk mewajibkan rapid antigen bagi pendatang.
“Satgas Covid-19 di tingkat RT saat ini tidak hanya menyediakan fasilitas seperti tempat cuci tangan atau bagi-bagi masker,” kata Wali Kota Rizal Effendi, Minggu (21/2/2021).
Wali Kota dan Satgas Covid-19 Balikpapan saat mengunjungi sejumlah RT tersebut Sabtu (20/2) termasuk di RT 34 Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, menyatakan warga bersepakat mewajibkan rapid antigen bagi warga baru atau tamu. Aturan itu ditegakkan oleh Satgas RT tersebut.
Kebijakan serupa juga ada di RT 11 Kelurahan Damai, Balikpapan Kota.
Wali Kota menambahkan, di RT 34 Kelurahan Gunung Samarinda bahkan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 300 ribu.
Bantuan tersebut dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga yang bersangkutan selama tidak bisa mencari nafkah karena harus menjalani isolasi dan perawatan.
Masing-masing Satgas di RT tersebut juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga tentang apa dan bagaimana Covid-19 dan bagaimana cara menghindarinya, dan apa yang harus dilakukan bila terpapar.
Dari praktik pelaksanaan PPKM Mikro ini Wali Kota Balikpapan Rizal optimistis bisa menekan angka jumlah warga yang terpapar Covid-19.
“Bahwa PPKM mikro itu berjalan dengan baik di Balikpapan. Mudah-mudahan ini bisa memberi hasil signifikan, bahwa kita bisa menekan jumlah yang terkonfirmasi positif. Itu target kita,” kata Rizal.
Baca Juga: PPKM Masih Dilanggar, Satgas Covid-19 Sleman Tegur Kafe hingga Warmindo
Sementara itu laporan Satgas Covid-19 Balikpapan menyebutkan per Sabtu 20/2 ada 164 kasus positif baru dan 5 kasus kematian. Ke-164 kasus ini, sebut Wali Kota Rizal, berasal dari berbagai macam latar belakang pekerjaan.
“Ada pegawai perusahaan migas, perbankan, anggota TNI, polisi, pegawai PLN, juga ASN.” kata dia.
Secara keseluruhan sejak Februari 2020, telah terpapar Covid-19 di Balikpapan sebanyak 12.423 orang. Sebanyak 10.395 berhasil sembuh, 459 orang meninggal dunia. Saat ini sedang menjalani isolasi mandiri 1.153 orang, dan 416 menjadi pasien di 11 rumah sakit di Balikpapan. [Antara]
Berita Terkait
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kota Minyak Krisis BBM, Anak Wali Kota Balikpapan Diduga Doxing Netizen Pengkritik!
-
Geram, Warganet Spill Gaya Hidup Mewah Keluarga Wali Kota Balikpapan di Tengah Krisis BBM
-
Kota Balikpapan Raih Posisi Teratas dalam Pembangunan di Kaltim
-
Berita Keluhan Warga Mengenai Jalan Rusak Disoal, AJI Minta Wali Kota Balikpapan Selesaikan ke Dewan Pers
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Dikepung Api dan Asap, Dua Kompleks Perumahan Dekat Bandara Syamsudin Noor Terancam
-
Karhutla Mengintai, Bandara APT Pranoto Siaga Kabut Asap Ganggu Penerbangan
-
BRI Group Perkuat Reputasi Global Lewat Enam Penghargaan Bergengsi
-
Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI