SuaraKaltim.id - Seorang remaja di Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat menyebarkan foto dan video asusilanya bersama mantan pacarnya. Remaja berinisial AN (17) asal Ruteng Kabupaten Manggarai itu menyebarkan video tersebut untuk mengintimidasi dan mengancam mantan pacarnya, SW.
Sebelum menyebarkan video asusila tersebut, AN memeras korban. Hingga akhirnya, pihak keluarga yang tidak terima perbuatan tersangka melapor ke polisi dengan nomor LP/B/36/II/RES.1.19./2021/SPKT, tanggal 28 Februari 2021.
Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto mengatakan, video asusila tersebut dibuat saat AN dan SW berpacaran. Namun, SW dan keluarganya kemudian pindah ke Kabupaten Sumba Barat.
“Saat masih pacaran, keduanya sempat berhubungan badan dan sempat divideokan,” katanya seperti dilansir Digtara.com-jaringan Suara.com pada Rabu (3/3/2021).
Selain itu, SW beberapa kali mengirimkan foto dan video dirinya yang bermuatan aksi pornografi kepada AN via aplikasi perpesanan WhatsApp sebagai bentuk sayang selama berpacaran.
Namun setelah korban pindah ke Kabupaten Sumba Barat, hubungan keduanya merenggang dan putus. Lantaran itu, pelaku yang sakit hati kemudian mengirim dan menyebarkan video kepada pihak kerabat korban serta memeras SW.
“Pelaku menyebarkan video tersebut dan pihak keluarga korban keberatan sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Polres Sumba Barat,” ujar Kapolres.
Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Sumba Barat, diketahui oknum yang ada dalam video tersebut adalah SW sesuai pengakuan korban.
Dari keterangan sejumlah saksi, penyidik Polres Sumba Barat akhirnya menetapkan AN sebagai tersangka dalam kasus informasi dan transaksi elektronik (ITE) yakni video dan foto bermuatan unsur pornografi.
Baca Juga: Tak Mau Diputuskan Pria Ini Malah Bikin Pulau untuk Pacar, Bucin Banget!
Kasus ini kemudian ditindaklanjuti oleh Polres Sumba Barat yang berkoordinasi dengan Polres Manggarai untuk menangkap AN dan menjemput tersangka untuk ditahan Unit Tipidter Polres Sumba Barat.
Akibat perbuatan itu, AN dijerat pasal 27 ayat 1 dan 4 juncto pasal 45 ayat 1 dan 4 dari undang-undang nomor 11 tahun 2018 tentang perubahan atas undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman penjara maksimal enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud
-
Remaja 13 Tahun asal Samboja Jadi Korban ke-57 Tewas di Lubang Tambang
-
Daftar 3 Prajurit TNI Gugur, Korban Helikopter Jatuh saat Padamkan Karhutla
-
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Misi Karhutla di Kalteng