Dari kiri, GM Susanto, Deddy Corbuzier, dan WIM Chelsie Monica. [Youtube]
Juara World School Chess Championship di Singapura 2008
Juara ASEAN Age Group Girl Under-16 di Filipina 2011
Juara 1 Turnamen Catur Piala Gubernur Chelyabinsk, Rusia, 2011
Tak menyangka bukan, ternyata Chelsie Monica lahir di Balikpapan, Kaltim, berhasil mencuri perhatian netizen saat laga Dewa Kipas vs GM Irene. Dia menjadi komentator bersama GM Susanto, pecatur nomor satu Indonesia saat ini.
Berita Terkait
-
Kumpulan Meme Kocak Duel Dewa Kipas vs GM Irene
-
Profil Susanto Megaranto, Grandmaster Catur Ranking 1 Indonesia
-
Dewa Kipas Kalah Telak dari GM Irene, GothamChess Beri Sindiran Menohok
-
Laga Irene Sukandar vs Dewa Kipas Disorot Federasi Catur Dunia di Twitter
-
Pertandingan Catur Dewa Kipas vs Irene Sukandar Hebohkan Twitter
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
BRI Sepakat Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Jadwal Detail dan Pembagiannya
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Hadirkan Fitur Tebus Gadai di BRImo
-
Polemik Iuran BPJS Memanas, Wali Kota Samarinda Tantang Tim Ahli Gubernur Kaltim
-
Pemprov Kaltim Rincikan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 Miliar
-
Wali Kota Samarinda Tolak Penghapusan Iuran BPJS, Begini Jawaban Pemprov Kaltim