SuaraKaltim.id - Bulan Ramadan beberapa pekan lagi. Sejumlah kebijakan terkait mulai diterbitkan. Bagiamana Ramadan kedua di tengah pandemi Covid-19? Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan meneribitkan panduan untuk 10 kegiatan selama Bulan Ramadhan hingga Idul Fitri.
Pertama tentang ziarah kubur. Satgas mengingatkan untuk dilakukan lebih awal guna menghindari kerumunan. Serta batasan kapasitas 50 persen dan akan ada pengawasan dari Satpol PP.
Tujuan pengawalan, untuk memastikan tidak pelanggaran protokol kesehatan.
“Karena ini masa pandemi pelaksanaan lebih awal. Jadi bapak Wali Kota mengimbau pelaksanaannya sebaiknya lebih awal jadi H-7 silahkan dilaksanakan sudah, jadi jangan H-1 baru ramai-ramai datang ke kubur ziarah,” ujar Kepala Satpol PP Kota Balikpapan Zulkifli, ditulis Jumat (2/4/2021) dilansir dari Inibalikpapan.com, jaringan Suara.com.
Jika peziarah jumlahnya melebih kapasitas yang diizinkan, Satpol PP akan membuat sistem antre. Anak dibawah usia 10 tahun dilarang dibawa saat ziarah.
“Untuk Ibadah Taraweh tetap mengikuti ketentuan umum yakni protokol kesehatan. Kapasitas maksimnal 50 persen dan membawa peralatan ibadah sendiri,” kata Zulkifili.
Begitu juga dengan Ibadah Tadarus. Namun disarankan jika bisa dilaksanakan di rumah masing-masing. Jika pun ingin berjamaah wajib mengikuti protokol kesehatan secara ketat.
“Hanya saja dalam edaran kita, kita menganjurkan sedapat mungkin dilaksanakan di rumah masing-masing tapi kalau mau berjamaah silahkan tapi protocol kesehatannya secara ketat,” ujarnya
Kemudian saat sahur dan buka pusa. Satgas Covid-19 Kota Balikpapan menyarankan agar dilaksanakan di rumah masing-masing. Kendati demikian, tetap diperbolehkan jika memang sudah direncanakan sejak jauh hari, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Baca Juga: Kasus COVID-19 Melonjak, Estafet Obor Olimpiade di Osaka Dibatalkan
“Untuk Itikaf di masjid atau musholah ketentuannya sama. Menerapkan protokol kesehatan. Menu makanan yang disediakan selama Ramadan, Idul Fitri nanti kami sarankan dikemas dalam kotakan jadi tidak prasmanan, misalnya kurma yang disediakan silahkan dikemas,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Kasus COVID-19 Melonjak, Estafet Obor Olimpiade di Osaka Dibatalkan
-
Gara-gara Covid-19, Amerika Serikat Cetak Rekor Kematian Terbanyak Setahun
-
17 Karyawan Terpapar Covid-19, Restoran Kampung Flory Ditutup Sementara
-
Vaksinasi Covid-19 Lambat, WHO Kritik Negara di Eropa
-
Geger! Anak Bacok Ayah Pakai Golok Gegara Dibangunkan Saat Tidur Siang
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng