SuaraKaltim.id - Setelah Kementerian Agama (Kemenag) memberikan wewenang kepala daerah untuk memutuskan kebijakan di masing-masing daerah dan mempertimbangkan saran MUI dalam pelaksanaan Salat Id, akhirnya Pemkot Balikpapan melarang pelaksanaannya di lapangan terbuka.
Namun merekomendasikan agar Salat Id dilaksanakan di musala atau masjid.
"Salat Id hanya diizinkan di musala dan masjid. Tidak direkomendasikan di lapangan," kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi seperti dilansir Presisi.co-jaringan Suara.com pada Senin (3/5/2021).
Dia juga tidak merekomendasikan lansia, wanita dan anak-anak Salat Id di masjid agar daya tampung masjid tidak membludak dan protokol kesehatan tetap terjaga.
Saat ini, terdapat dua RT di Balikpapan yang masuk ke dalam zona oranye, yaitu RT 45 Kelurahan Graha Indah dan RT 42 Kelurahan Sepinggan Baru.
Sementara, Kepala Satpol PP Balikpapan Zulkifli menjelaskan, apabila kedua wilayah tersebut masih oranye, maka dipastikan Salat Id ditiadakan. Namun karena di RT 42 Sepinggan Baru tidak ada masjid, sedangkan RT 45 Graha Indah masjidnya mencakup tiga perumahan maka diputuskan jalan tengahnya.
“Jadi keputusan dengan Lurah Graha Indah tidak ditutup. Hanya sekat antarperumahan yang dijaga," ungkapnya.
Pun Salat Id nantinya juga harus dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
"Jemaah hanya boleh maksimal 50 persen dari kapasitas masjid," tegasnya.
Selain itu, Pemkot Balikpapan berencana melakukan rapid test antigen kepada seluruh pengurus masjid di Balikpapan tiga hari sebelum Idulfitri.
Baca Juga: Bobby Nasution Tiadakan Salat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Medan
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Gubernur Kaltim Pecat Ajudannya yang Arogan, Sampaikan Permintaan Maaf
-
Demo di Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Tanggapan Rudy Mas'ud Dinilai Normatif
-
Gubernur Rudy Mas'ud Lantik 9 Pejabat di Tengah Kontroversi Ajudan dan Singapura
-
Kronologi Perempuan di Samarinda Bakar Ruko Gegara Kesal Gaji Tak Naik-naik
-
Dinilai Arogan, Sikap Ajudan Gubernur Disebut Cerminkan Karakter Rudy Mas'ud