Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Rabu, 05 Mei 2021 | 18:40 WIB
212 mart yang dilaporkan warga [kaltimtoday.co]

Sukses mendulang uang investor hingga Rp 2 miliar, maka terbentuklah tiga toko 212 Mart secara bertahap, yakni di Jalan AW Sjahranie, Jalan Bengkuring, dan Jalan Gerilya.

"Modusnya koperasi. Namun ternyata tidak mempunyai legalitas standing untuk menghimpun dana," ungkapnya.

Setelah berjalan dua tahun, tiba-tiba pada Oktober 2020 muncul permasalahan gaji karyawan yang menunggak. UMKM yang menitip barang di toko tersebut pun tidak dibayar.

Mengetahui hal tersebut, para investor menpertanyakan masalah yang terjadi kepada keempat terlapor. Namun saat ditanyakan mengenai penutupan 212 Mart itu, terlapor beralasan akibat pandemi dan kurangnya minat berbelanja di toko tersebut.

Baca Juga: Investasi Bodong 212 Mart Dilaporkan Warga, Berkedok Koperasi Syariah

"Sejumlah pertemuan dan penyelesaian masalah telah ditempuh berkali-kali bersama pengurus koperasi dan investor. Namun masih buntu," tutur Kadek.

Tiga toko itu pun kini ditutup permanen pada November 2020. Lebih lanjut, dia menjelaskan, setidaknya kurang lebih ada 400 investor yang bergabung dalam koperasi ini. Namun hanya 26 orang yang meminta bantuan hukum padanya.

Load More