SuaraKaltim.id - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi menyatakan calon jemaah haji Indonesia yang akan beribadah haji tahun 2021 batal diberangkatkan.
Pernyataan tersebut kemudian direspons sejumlah Kantor Kemenag di daerah. Seperti yang dilakukan Kepala Kantor Kemenag Balikpapan Johan Marpaung.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera menyosialisasikan pembatalan tersebut kepada 530 calon jemaah yang gagal berangkat.
"Nanti juga ada surat dari Kanwil," ucapnya seperti dilansir Presisi.co-jaringan Suara.com pada Kamis (3/6/2021).
Dengan adanya pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji tahun ini, dia menyebut akan menambah panjang daftar antrean haji.
"Daftar sekarang, 25 tahun ke depan baru berangkat," katanya.
Selain itu, dia juga memastikan penggunaan embarkasi haji yang telah disiapkan juga dibatalkan. Padahal, pada hari ini Kamis (3/6/2021) pagi, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan telah menyemprotkan disinfektan.
Tak hanya itu, Pemkot Balikpapan sebenarnya juga telah menyewa penginapan bintang tiga, Hotel Grand Tiga Mustika sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 yang sebelumnya diisolasi di Embarkasi Haji.
"Embarkasi tidak jadi digunakan karena calon jemaah tidak berangkat tahun ini. Tidak tahu tahun depan," ujarnya.
Baca Juga: Resmi Dibatalkan karena Covid-19, Menag Gus Yaqut: Uang Jemaah Haji Aman
Sebelumnya diberitakan, Kemenag kembali memutuskan tidak memberangkatkan calon jemaah haji pada musim haji 2021 Masehi atau 1442 Hijriyah.
"Karena masih pandemi dan demi keselamatan jemaah, pemerintah memutuskan bahwa tahun ini tidak memberangkatkan kembali jemaah haji Indonesia," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (3/6/2021).
Pembatalan pemberangkatan jemaah haji Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 660/2021. Keputusan tersebut juga diambil setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti DPR RI, kementerian/lembaga, organisasi keagamaan, asosiasi travel, dan sejumlah unsur lainnya.
Alasan lain tidak bisa memberangkatkan haji warga Indonesia, karena Arab Saudi hingga saat ini tak kunjung membuka akses haji bagi jemaah luar negeri termasuk Indonesia. Akibatnya pemerintah Indonesia tidak punya cukup waktu untuk menyiapkan pelayanan dan perlindungan bagi jemaah.
Di sisi lain, alasan keamanan dan keselamatan karena pandemi COVID-19 menjadi salah satu keputusan menunda pemberangkatan haji.
"Ini semua menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan. Apalagi tahun ini juga ada penyebaran varian baru Covid-19 yang berkembang di sejumlah negara," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Hubungi Nomor Call Center 133 Jika Pengguna Jalan Alami Kondisi Darurat
-
Dishub Samarinda Siapkan Skema Satu Arah di Terowongan untuk Atur Lalu Lintas
-
BRI Berangkatkan 12.352 Pemudik dengan 238 Bus di Stadion GBK Jakarta
-
Mobil Land Rover Wali Kota Samarinda Ternyata Sewa, Ini Penjelasan Pemkot
-
Penumpang Sepi, 5 Perusahaan Bus di Samarinda Berhenti Operasi