SuaraKaltim.id - Semburan gas bercampur lumpur hingga ketinggian 50 meter di salah satu rumah warga RT 59 Kelurahan Sepinggan, Balikpapan sempat menghebohkan warga. Lantaran semburan tersebut keluar dari sumur bor pada Senin (5/7/2021) sekira pukul 02.00 Wita lalu. Kekinian, semburan tersebut telah berkurang menjadi 10 meter.
Lantaran itu, warga kini sudah mulai bisa bernafas lega karena boleh menggunakan kompor untuk memasak.
Seorang warga sekitar lokasi, Heri mengaku sudah bisa bernafas lega karena waktu awal kejadian ketinggian semburan mencapai 50 meter dan kini sudah berkurang jadi 10 meter.
Pun pada saat itu, warga juga diimbau untuk tidak menyalakan api. Larangan tersebut disampaikan oleh tim dari Pertamina Hulu Mahakam (PHM)
“Sudah bisa masak, cuma untuk lampu yang dekat semburan jangan dinyalakan dulu takut ada radiasi yang menimbulkan percekikan api,” ujar Heri seperti dilansir Inibalikpapan.com-jaringan Suara.com pada Rabu (7/7/2021).
Dia mengakui, jika saat kejadian tidak berani untuk masak di rumah sehingga kebutuhan dapur dibeli dari warung dalam waktu dua hari belakangan.
“Nggak ada yang berani mas, mau nggak mau ya beli di warung untuk makan,” ujarnya.
Dia juga berharap, jika semburan gas hilang diharapkan bisa keluar air tanah. Tetapi kalau tidak ada, maka akan ditutup lubangnya.
“Rumah disini kan pakai WTP, jadi rencananya selain pakai WTP mau punya sumur bor sendiri,” katanya.
Baca Juga: Semburan Gas Setinggi 50 Meter di Sumur Bor, Gegerkan Warga Sepinggan
Sebelumnya diberitakan, semburan gas bercampur lumpur hingga ketinggian 50 meter membuat geger warga di Perumahan GBR 7 Jalan Mulawarman Balikpapan pada Senin (5/7/2021). Semburan tersebut terjadi di depan rumah seorang Warga RT 05 Kelurahan Sepinggan, bernama Joko.
Peristiwa tersebut diketahui kali pertama terjadi sekira pukul 02.00 Wita dini hari. Bahkan hingga Senin siang, masih terjadi semburan. Padahal, sumur tersebut baru digali dua pekan silam dengan kedalaman sekira 54 meter.
“Kami baru lihat tadi pagi pukul 10 hingga siang tidak ada perubahan tinggi semburannya sekitar 50 meter. Pengeboran sudah selesai, sudah bisa dipakai airnya, tetapi tiba-tiba keluar semburan air bercampur gas,” kata Koordinator Sumur Bor, Boni seperti dilansir Inibalikpapan.com-jaringan Suara.com pada Senin (05/07/2021).
Untuk mengetahui penyebabnya, tim dari Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan pemeriksaan kandungan gas yang keluar dari sumur bor tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kandungan gas beracun namun ada kandungan yang dinilai cukup mengkhawatirkan.
"Kami menuju lokasi ini untuk mengukur kandungan gas semburan yang berada di sini. Pemeriksaan aman baik kadar oksigen H2S-nya kemudian kandungan lainnya. Agak sedikit mengkhawatirkan dari hasil pemeriksaan adalah H2S-nya jadi bervariasi kandungan ada 4, 5,6,7 memang di bawah standar," ujar salah satu anggota Tim dari PHM Asep Dedi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi