SuaraKaltim.id - Umat Islam di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah yang jatuh pada Selasa (20/7/2021). Untuk kali kedua, Salat Idul Adha digelar di tengah Pandemi Covid-19.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) sendiri mengimbau kepada warga yang berada di zona merah dan oranye untuk melaksanakan Salat Idul Adha di rumah saja.
Pun buat warga juga sebenarnya bisa melaksanakan Salat Idul Adha berjemaah dengan berbagai ketentuan yang ada; meliputi jumlah jemaah di dalam rumah ibadah maksimal 30 persen. Kemudian, masyarakat yang melaksanakan Salat Idul Adha berjamaah harus berada di wilayah zona kuning atau hijau dimana penyebaran Covid-19 tidak terlalu berbahaya.
Beberapa aturan tersebut, tercantum dalam Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pembatasan Mobilitas Masyarakat, Pembatasan Kegiatan Peribadatan dan Tradisi selama Hari Raya Idul Adha di Masa Pandemi Covid-19 yang berlaku sejak 18 hingga 25 Juli 2021.
Bagi warga yang berada di zona merah Covid-19, pemerintah mengimbau agar dilaksanakan secara berjemaah di rumah masing-masing.
Adapun tata cara Salat Idul Adha di rumah secara berjemaah atau sendiri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah membagikannya.
Menurut Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, pelaksanaan salat Idul Adha 1442 H/2021 lebih afdal dilakukan berjamaah bersama anggota keluarga yang lain.
"Ini kesempatan bagi seseorang untuk menjadi imam bagi anak dan istri, serta cucu," katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin (19/07/2021).
Dia mengemukakan, imam yang ditunjuk saat melaksanakan Salat Idul Adha di rumah, harus memahami syarat dan rukun sholat.
Baca Juga: Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha di Rumah, Sah Meski Hanya 4 Orang
"Atau seorang anggota keluarga yang mampu menjadi imam dan khotib," ujarnya menegaskan.
Tak hanya itu, dia juga menambahkan, Komisi Fatwa MUI sudah menyatakan bahwa pelaksanaan Salat Idul Adha di rumah sah meski diikuti oleh 4 orang saja.
Hal ini sesuai dengan fatwa nomor 28 tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi COVID-19. Fatwa ini juga berlaku dalam pelaksanaan salat Idul Adha.
Fatwa tersebut menyatakan, jumlah jamaah salat Idul Fitri di rumah minimal empat orang yang terdiri dari satu satu orang imam dan tiga orang makmum.
Meski khotbah merupakan salah satu syarat sah dalam jamaah salat Idul Fitri maupun Idul Adha, namun bila jamaah diikuti kurang dari empat orang atau tidak ada yang mampu menjadi khotib, maka diperbolehkan untuk tidak melaksanakan khotbah.
Adapun tata cara pelaksanaan salat Idul Adha sama saja dengan salat Idul Fitri dengan tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima kali takbir pada rakaat kedua. Perbedaannya hanya terletak pada niat shalat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut