SuaraKaltim.id - Kutai Kartanegara (Kukar) memang kaya. Kaya budaya, adat, dan siapa sangka potensi ekspornya juga. Peluang ini terlihat jika kita menengok pada bahan baku yang dimiliki Kota Raja.
Bahan baku itu seperti udang beku, minyak jelantah, lidi nipah, lada, karet, serta komoditi lainnya. Beberapa bahkan sudah diekspor. Tujuannya ke Spanyol, Belanda, Jepang dan Pakistan.
Namun sangat disayangkan, semua komoditi tersebut tak tercatat atas nama Kukar. Melainkan atas nama Samarinda dan Balikpapan.
“Komoditi berasal dari Kukar tapi, tercatat dalam lembaran catatan ekspor di bea cukai itu nama Samarinda dan Balikpapan,” kata Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fhatullah, yang dikutip dari kaltimtoday-Jaringan Suara.com, Jumat (23/07/2021)
Baca Juga: Sejak Mei 2020, Ekspor Impor Indonesia Surplus selama 14 Bulan Berturut-turut
Alasannya karena Surat Keterangan Asal (SKA) rata-rata dari Samarinda dan Balikpapan. Agar bisa diatasnamakan Kota Raja, maka salah satu syaratnya Kukar harus memiliki pelabuhan laut terlebih dahulu. Sehingga dalam lembaran catatan ekspor komoditi bisa dengan nama Kukar.
Di samping itu juga, tidak bisa mendapatkan hasil pajak dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lantaran, pajak kegiatan ekspor komoditi secara otomatis masuk ke Samarinda dan Balikpapan.
“Kan SKA dari Samarinda dan Balikpapan, ya mereka yang dapat hasilnya. Kita tidak,” tutur Fhatul.
Ia menambahkan, biasanya pihak pengekspor langsung mendatangi pihak desa serta pelaku usaha, yang memproduksi bahan baku.
Walaupun terkesan seperti "tersembunyi", optimistis tetap ada. Sebab, kegiatan ekspor tak semua harus ke luar negeri,antar daerah juga bisa dilakoni.
Baca Juga: BPS: Ekspor Pertanian Naik Sebesar 33,04% pada Juni 2021
Seperti di Kecamatan Muara Wis yang mengirimkan ribuan kilogram ikan asin per minggu dengan tujuan ke Surabaya dan Jakarta. Katanya pula, hal itu sudah terjalin sejak lama.
Berita Terkait
-
Tarif Trump 32 Persen Ancam Industri Padat Karya, Jutaan Pekerja Bakal Terdampak PHK?
-
Trump Telah Picu Perang Dagang, Ini Dampaknya Bagi Indonesia
-
UMKM Indonesia Tebar Pesona di AS dengan Dukungan BRI, Bawa Pulang Puluhan Miliar
-
Kopi Asal Lampung Mendunia, PPI Genjot Ekspor ke Mesir
-
UMKM Indonesia Go Global! BRI Antarkan Produk Lokal Raup Potensi Rp28 Miliar di Amerika
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN