Denada S Putri
Minggu, 08 Agustus 2021 | 06:55 WIB
Hewan langka Komodo (Shutterstock)

SuaraKaltim.id - Sabana Laju Pemali, yang berada di Taman Nasional Komodo (TNK) terbakar. Kebakaran itu terjadi Sabtu (7/8) kemarin.

Menurut Kepala Balai TNK, Lukita Awang, kebakaran sabana terjadi di sebelah barat Pulau Komodo.

"Sekitar Laju Pemali, sebelah selatan Loh Wenci,” katanya, menyadur dari Suara.com, Minggu (8/8/2021).

Berdasarkan informasi, kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Awang mengatakan, belum mengetahui penyebab dan luasan kebakaran yang terjadi.

Balai Taman Nasional Komodo pun masih berusaha memadamkan api di lokasi kejadian. Ia memastikan, tak ada komodo yang tinggal di sekitar Laju Pemali. Komodo hanya berada di Loh Liang dan Loh Wenci saja.

"Tidak ada (komodo di sana), hanya Loh Wenci saja," tambahnya.

Sebanyak 20 petugas tim Balai TNK ,telah berupaya memadamkan api. Sedangkan tim gabungan dari TNI dan Polri, sementara dalam perjalanan ke lokasi kejadian.

Kebakaran Gili Lawa. (instagram.com/kurniawan_jack)

Bukan kejadian pertama, Gili Lawa punya cerita

Ini bukan pertama kali api melalap TNK. Di 1 Agustus 2018 lalu, kawasan Gili Lawa juga terbakar hebat. Kebakaran dipicu oleh turis yang sedang melakukan foto preweding.

Baca Juga: Eks Menhut Zaman SBY Sindir Jokowi Soal Proyek TN Komodo: Presiden Jokowi Ojo Meneng Wae

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, ketika itu berjanji akan ada petugas yang akan berpatroli di pulau-pulau terpencil TNK.

Adapun akibat kebakaran tersebut, sekitar 10 hektar lahan hutan di Gili Lawa Darat, TNK, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Dia bahkan mengeluarkan perintah untuk mengungkap penyebab kebakaran. Dirinya juga mengimbau wisatawan di area tersebut, untuk tak berbuat konyol saat berwisata. Sehingga meminimalisir potensi kerusakan alam.

“Saya sudah minta Dirjen KSDAE menangani kejadian ini secepatnya, walau kebakarannya sudah dipadamkan. Saya perintahkan ada langkah yang jelas mengungkap penyebabnya, serta nanti upaya suksesi alam agar kawasan tersebut bisa kembali hijau,” tulis Nurbaya, dalam akun instagramnya kala itu, yang dirinya unggah 3 Agustus 2018.

Load More