Dirinya bahkan bangga bisa menjadi guru honorer di pedalaman Kukar. Baginya ini merupakan perjuangan untuk mencerdaskan bangsa. Terutama untuk warga Desa Muara Enggelam.
Tekad Taufiq sangat jelas. Ia ingin memerangi kebodohan dan ketertinggalan pengetahuan warga pedalaman di era teknologi seperti sekarang ini.
"Anak-anak di sini biasanya punya dua kemungkinan saja. Yang berprestasi pasti jadi rebutan sekolah lain. Yang kurang berprestasi, atau orangtuanya tidak punya biaya melanjutkan pendidikan, maka anak tersebut setelah tamat SMP akan ikut orangtua jadi nelayan," urai Taufiq.
Taufiq menyebut, jenjang Pendidikan di Desa Muara Enggelam hanya sampai SMP. Murid yang mau melanjutkan ke jenjang lebih tinggi harus mencari di luar desa. Biasanya para murid diarahkan ke Kecamatan Muara Muntai, karena cukup dekat dari Desa Muara Enggelam daripada harus ke Kecamatan Muara Wis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Benarkah Kursi Pijat Rp125 Juta untuk Gubernur Rudy Mas'ud? Sekda Kaltim Membantah
-
Pasutri Bengis Ditangkap, Bunuh 5 Orang Satu Keluarga di Batas Kalteng-Kaltim
-
Laba BRI Melonjak 13,7% Jadi Rp15,5 Triliun, Momentum Kinerja Positif Terjaga
-
Rudy Mas'ud Minta Maaf, Anggota DPRD Kaltim Ungkit Kebijakan Pro Rakyat
-
Rehab Interior Balai Kota Samarinda Telan Rp17,6 Miliar, Andi Harun Klarifikasi