SuaraKaltim.id - Yayasan Baitul Walad Mustofa yang berada di Jalan Plamboyan No.79, RT 09, Kecamatan Loa Buah, Samarinda tengah membutuhkan uluran bantuan dari para donatur.
Yayasan ini menampung seluruh kalangan yang dianggap terlantar. Khususnya kaum dhuafa dan anak-anak yatim piatu. Bahkan, ada pula anak-anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tercatat, ada sebanyak 173 santri berusia 6 sampai 17 tahun serta 56 bayi berada di dalam Yayasan Baitul Walad Mustofa.
"Ada anak yang tidak dikehendaki kami juga terima. Disini ada anak yang sampai lima saudara. Ada juga yang karena orang tuanya tidak cukup menghidupi. Anak kami yang paling jauh dari Nusa Tenggara Timur (NTT) malah," beber Perintis sekaligus Pendiri Yayasan Baitul Walad Mustofa, Zakiyah Ubudiyah, dikutip dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Rabu (18/8/2021).
Zakiyah mengatakan, bantuan yang masih ditunggu pihaknya adalah pembangunan mushola bagi santri-santri. Ia juga tak menampik, pihaknya masih membutuhkan bantuan pada sektor lain.
Baca Juga: Merayakan Kemerdekaan RI, Ini Cara Pencairan Bantuan Langsung Tunai Tanpa Antre di BRI
Ironisnya, banjir besar yang terjadi di 2015 lalu membuat musola terendam hingga sepaha orang dewasa. Beberapa bayi pun terpaksa ditaruh dalam box-box yang masih layak, kemudian dibalut dengan kain saat banjir itu terjadi.
"Kami sebenarnya Yayasan mandiri. Berdiri sendiri dan ekonomi kebanyakan ditopang dari donasi para dermawan. Bantuan musala, walau hanya lantai saja kami terima," ujarnya.
Dia menuturkan, musola nantinya akan dijadikan tempat ibadah santri-santri. Mulai dari pengajian hingga salat sunnah seperti dhuha dan tahajud.
Untuk makan sehari-hari, sebanyak 26 kilogram beras dihabiskan untuk sekali masak dan makan. Jadi, dalam sehari pula sekitar 3 sak karung beras harus dibeli untuk operasional yayasan. Tiga karung beras ini untuk memenuhi kebutuhan makan para santri, termasuk 26 orang petugas yang terdiri dari pengasuh dan perawat bayi Yayasan Baitul Walad Mustofa.
Berawal dari seorang ibu yang memberikan bayinya
Baca Juga: Dugaan Korupsi Pengelolaan Dana Bantuan, Kadis Kebudayaan Denpasar Dicecar 62 Pertanyaan
Zakiyah bercerita, terbentuknya yayasan sekitar 2011 silam. Mulanya dia bersama sang suami menerima bayi dari seorang ibu yang merasa sudah tak sanggup merawat anak lagi. Anak tersebut merupakan anak ketujuh ibu tersebut.
Berita Terkait
-
Jangan Takut Berbisnis, Ini Pilihan Program Bantuan Untuk Perempuan Wirausaha
-
BRI Tebar Kebaikan di Bulan Suci, Ribuan Sembako Disalurkan & Pemudik Dimudahkan
-
Ramadan Jadi Momen Perusahaan Ternama Lanjutkan Misi Akses Air Bersih untuk Ibadah
-
Alhamdullillah! Dana BOS Madrasah dan BOP RA Cair, Berikut Syarat Pencairannya
-
Bansos Lebaran Cair! DPR Ungkap Jadwal dan Cara Cek Penerima PKH dan BPNT
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN