SuaraKaltim.id - Hujan yang mengguyur Samarinda Minggu (29/8/2021) sore kemarin, menyebabkan beberapa titik wilayah mengalami banjir. Tak terkecuali, di Yayasan Baitul Walad Mustofa yang berada di Jalan Plamboyan nomor 79, RT 09, Kecamatan Loa Buah, Samarinda.
Pendiri sekaligus perintis yayasan, Zakiyah Ubudiyah menjelaskan, air mulai meluap saat maghrib menjelang, tepatnya pukul 18.15 Wita. Beberapa santri pun diharuskan mengungsi, lantaran asrama tahfidz putra dan putri itu terendam banjir mencapai sepaha orang dewasa.
"Saat ini yang kami butuhkan adalah sembako (makanan), selimut, bantal anak-anak usia sekolah, kasur, dan obat-obatan. Itu yang mendesak sekali, termasuk popok-popok bayi," ujarnya, dikutip dari Presisi.co--Jaringan Suaara.com, Senin (30/8/2021).
Tak hanya itu, usai diterjang banjir, dia menyebut hampir 20 sak karung beras sebagai persediaan stok makanan yayasan turut terendam. Walhasil, beras tak dapat digunakan kembali meski telah dijemur.
Baca Juga: Tercebur Gegara Panik, Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Solihin di Kali BKB
Dia menuturkan, stok beras tersebut ditaruh di dalam gudang penyimpan bahan makanan. Saat air beranjak tinggi, beras sudah kadung tak terselamatkan akibat air bah datang secara cepat.
"Itu ada yang satu karung berasnya isi 10 kilogram dan 25 kilogram. Para santri juga sedang salat tadi malam," ucapnya.
Dia menerangkan, dalam kondisi banjir, beberapa santri putra mengungsi ke masjid milik Pondok Pesantren Darul Fata, yang berada di seberang Yayasan Baitul Walad. Hal itu dilakukan karena sudah tak ada lagi ruang tempat bagi tempat tidur santri putra.
"Itu sekitar jam 10 malam. Kemudian jalan di depan yayasan itu arusnya deras, makanya hanya santri putra saja yang mengungsi," ungkapnya.
Sementara para santri putri, dan sekira 6 orang santri putra yang tengah sakit, diungsikan di depan ruangan bayi yang masih masuk kawasan Yayasan Baitul Walad.
Baca Juga: Evi Masamba Panik, Kampung Halamannya di Masamba Terendam Banjir
"Karena tempat asrama putra dan putri ketinggian air kurang lebih saja. Bahkan, 300 meter jalan sebelum yayasan dari arah jembatan, itu setinggi dada orang dewasa," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Tornado Dahsyat Landa AS: 7 Tewas, 55 Juta Terancam! Banjir Bandang Mengintai
-
Ditanya Banjir Sampai Sampah saat Halalbihalal ke Megawati, Pramono: Alhamdulillah Bisa Kita Jawab
-
Giant Sea Wall: Solusi Banjir Rob Jakarta atau Proyek Ambisius Tanpa Dana Jelas?
-
Fantastis! Total Kerugian Akibat Banjir Jabodetabek Ternyata Tembus Rp1,7 Triliun
-
Pemerintah Bentuk Tim Mitigasi, Cegah Banjir Besar Jabodetabek dan Cianjur Terulang
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN