“Kalau saya milih tetap antigen saja, ya karena itu lebih murah, walaupun PCR sudah turun juga," sambungnya.
Kendati itu, ia berharap pemerintah bisa kembali menurunkan harga PCR. Walaupun memang harga PCR sudah mencapai Rp 495 ribu, namun baginya, belum semua masyarakat bisa menjangkau harga tersebut.
"Walaupun harga PCR sudah turun Rp 495ribu, tapikan banyak masih warga belum bisa melakukan PCR dengan harga segitu. Kalau bisa biaya PCR itu di gratiskan," imbuhnya.
Klinik di Samarinda Sudah Terapkan Aturan Pemerintah untuk Menurunkan Harga PCR
Salah satu klinik di Samarinda yakni, klinik Media Farma yang berada di Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Utara mengaku, sudah menerapakan aturan Pemerintah Pusat untuk menurunkan harga test PCR.
Hal ini diungkapkan langsung oleh, Kepala Klinik Media Farma, dr. Ani Widyastuti saat dihubungi oleh melalui panggilan seluler.
Dr. Ani mengatakan, sesuai dengan keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa harga swab PCR yang mulanya berada dikisaran Rp 900 ribu, hingga Rp 1 juta, telah diturunkan menjadi Rp 525 ribu.
Bahkan, dr. Ani memberikan harga khusus kepada para customer untuk swab PCR di kliniknya. Yakni sebesar Rp 495 ribu.
"Alat PCR yang kami punya itu dikirim semua. Dan hasilnya itu, gak ada yang kami bedakan semuanya, pokoknya begitu jadi langsung kami keluarkan," ungkapnya.
Baca Juga: Hits Health: Diet Atasi Loyo dan Disfungsi Ereksi, Covid-19 Menurun di Banyak Negara
Setelah adanya peraturan pemerintah tentang penurun harga swab PCR, dia mengatakan, dalam sehari kliniknya bisa mengeluarkan alat PCR rata-rata 50 sampai dengan 100 PCR.
"Kalau dulu belum ada peraturan pemerintah, hanya sedikit saja alat PCR yang terjual. Karena gini, kaitan PCR itu kan sesuai jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19, dan yang akan melakukan perjalan," jelasnya.
Disinggung soal aturan pemerintah terkait penurun harga PCR berdasarkan dengan mereknya, dia mengatakan dirinya kurang paham. Pasalnya, itu merupakan rahasia sendiri dari lab-lab PCR.
"Kalau itu saya masih masih kurang, karena itukan rahasia dari pihak lab PCR yang membuatnya," ujarnya.
Untuk harga berdasarkan waktu keluarnya hasil PCR, dia kembali membenarkan bahwa memang ada klinik yang melakukan hal seperti itu. Namun dirinya menegaskan, harga cepat dan lama hasilnya PCR tetap sama dan tidak ada berubah-ubah.
“Mau itu kurang dari 12 jam, 24 jam, kami disini tidak membeda-bedakan harga, kami kirim sesuai dengan hasilnya kapan keluar, dan rata-rata hasil labnya itu semua kurang dari 12 jam," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini
-
HUT ke-70 Danamon, Nasabah di Balikpapan Bisa Nikmati Hujan Promo di Banyak Merchant Favorit
-
Pondok Modern Ibadurrahman Gugat Kemenag, Nilai Pencabutan NSP Cacat Prosedur
-
Helmi Abdullah Ungkap Pesan Khusus Prabowo, Isyarat Maju Pilkada Samarinda?